Jogja (ANTARA Jogja) - Empat kecamatan di Kota Yogyakarta akan menjadi fokus program penanggulangan kemiskinan yang tetap didasarkan pada gerakan "Segoro Amarto".

"Keempat kecamatan itu adalah Tegalrejo, Gedongtengen, Umbulharjo, dan Mergangsan," kata Kepala Bidang Perencanaan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Yogyakarta Wasesa di Yogyakarta, Sabtu.

Berdasarkan data  Badan Pusat Statistik, keempat kecamatan tersebut dinilai sebagai kantong kemiskinan karena memiliki jumlah keluarga miskin yang lebih banyak dibanding 10 kecamatan lain di Kota Yogyakarta.

Wasesa mengatakan, pilar utama yang akan menjadi pegangan pemerintah daerah untuk melaksakanan program penanggulangan kemiskinan di keempat kecamatan tersebut adalah gerakan "Segoro Amarto".

Gerakan "Segoro Amarto" (semangat gotong royong agawe majune Ngayogyakarta, semangat gotong royong untuk kemajuan Yogyakarta) pertama kali diluncurkan oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta  pada akhir 2010.

"Prinsip yang akan digunakan adalah bahwa penanggulangan kemiskinan tidak hanya menjadi tanggung jawab dari keluarga miskin itu sendiri tetapi menjadi tanggung jawab bersama," katanya.

Selain itu, lanjut dia, wilayah juga harus memiliki perencanaan program yang jelas arah dan tujuannya sehingga diperoleh hasil yang terukur, seperti peningkatan pendapatan dan tingkat kesejahteraan masyarakat.

"Dalam program kewilayahan yang telah direncanakan, sebaiknya ada keterlibatan tenaga kerja lokal, yang tidak hanya bersifat padat karya saja," katanya.

Berdasarkan evaluasi dari Bappeda Kota Yogyakarta, tiga kelurahan yang menjadi "pilot project" pelaksanaan Segoro Amarto pada akhir 2010 mengalami percepatan pengurangan kemiskinan yang lebih baik dibanding wilayah lain.

Ketiga kelurahan itu adalah Kelurahan Kricak di Kecamatan Tegalrejo, Kelurahan Sorosutan di Kecamatan Umbulharjo dan Kelurahan Tegalpanggung di Kecamatan Danurejan.

"Saat itu, dibentuk tim koordinasi penanggulangan kemiskinan di tiga kelurahan itu. Kini di seluruh kecamatan Kota Yogyakarta, sudah dibentuk tim koordinasi yang sama sehingga diharapkan ada hasil yang baik dalam percepatan penanggulangan kemiskinan," katanya.

Berdasarkan data kelurga miskin hasil pendataan dari Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta, jumlah keluarga miskin Kota Yogyakarta pada 2011 adalah 17.018 keluarga atau 54.530 jiwa, turun 16,81 persen dibanding tahun sebelumnya.

Tahun 2010, jumlah keluarga miskin mencapai 20.456 kepala keluarga atau 65.371 jiwa. Seluruh keluarga miskin tersebut menjadi penerima kartu menuju sejahtera. Mereka berhak memperoleh jaminan kesehatan dan pendidikan dari pemerintah daerah. (E013)

  

Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © 2014

Komentar Pembaca
Kirim Komentar