Jogja (ANTARA Jogja) - Peserta pawai mobil hias memperingati hari ulang tahun ke-96 Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, masing-masing mengusung ikon potensi daerah ini seperti hasil bumi dan barang kerajinan, Minggu.  


Masing-masing kecamatan yang ambil bagian dalam pawai tersebut sengaja menampilkan replika dari potensi andalan mereka baik itu pertanian, peternakan, industri rumah tangga dan kerajinan untuk menghiasi mobil seperti replika sapi perah, ikan, salak pondoh serta hasil pertanian lainnya.

Selain itu, mereka juga menampilkan seni budaya yang ada di wilayahnya seperti panggung berjalan untuk gamelan, jathilan, topeng ireng, wayang orang dan berbagai bentuk seni budaya lainnya.

Kirab mobil hias yang mendapat sambutan antusias dari masyarakat yang menjejali sepanjang rute tersebut juga diikuti oleh sejumlah hotel berbintang ada di Sleman yang menampilkan berbagai bentuk mobil hias serta sejumlah perusahaan maupun BUMN dan BUMD.

"Pawai mobil hias ini diikuti 167 peserta mobil hias dan ditambah rombongan tamu dari Kota Madya Probolinggo ikut menyemarakkan kegiatan arak-arakan mobil hias ini," kata koordinator Pawai Mobil Hias Aji Wulantara.

Pawai mobil mobil hias ini juga dihiasi atribut "Mego Ngapak" sebagai rintisan dan identitas Sleman.

"Lambang `Mego Ngapak` atau awan putih berarak itu merupakan lambang kesuburan yang diberikan Sri Sultan Hamengku Buwono X saat Kabupaten Sleman menentukan hari jadi sekitar tahun 1996," katanya.

Pawai Mobil Hias ini menempuh jarak 64 kilo meter dan melewati hampir seluruh kecamatan yang ada di Sleman.

Pawai ini berangkat dari Stadion Maguwoharjo dan finish di Lapangan Denggung, Sleman dengan rute diantaranya melalui simpang empat Tajem, Ring Road Maguwoharjo, Kalasan, Babadan Ngemplak, Pakem, Pasar Turi, Seyegan Godean, Ring Road Demak Ijo dan Mlati kemudian finish.

(V001) 

Editor: Masduki Attamami
COPYRIGHT © 2014

Komentar Pembaca
Kirim Komentar