Jogja (ANTARA Jogja) - Pemilihan Umum 2014 harus berkualitas agar dapat menjadi legitimasi kemenangan aktor-aktor politik pemenang proses demokrasi tersebut, kata anggota Komisi Pemilihan Umum periode 2012-2017, Sigit Pamungkas.

"Untuk mencapai Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 yang berkualitas harus ada sinergi antara penyelenggara pemilu yang jujur dan adil, partai politik yang bermutu, dan pertautan publik yang kuat," katanya di Yogyakarta, Selasa.

Menurut dia pada seminar "Menyongsong Pemilu 2014 yang Berkualitas", menciptakan pemilu yang berkualitas bukan hanya menjadi agenda Komisi Pemilihan Umum (KPU), tetapi juga partai politik dan masyarakat sipil. Jadi, pemilu berkualitas harus menjadi agenda bersama.

"Pencapaian Pemilu 2014 yang berkualitas penting, karena melihat Pemilu 2009 yang banyak memiliki catatan kurang memuaskan. Jadi, bukan tidak mungkin, kegagalan Pemilu 2014 akan menimbulkan banyak dampak yang negatif di masyarakat," katanya.

Ia mengatakan, dampak yang mungkin terjadi jika Pemilu 2014 tidak berkualitas cukup mengkhawatirkan. Jika Pemilu 2014 tidak berkualitas, maka pemilu yang seharusnya meredakan konflik justru akan menjadi pemicu konflik.

"Jika sampai Pemilu 2014 gagal, maka rakyat akan semakin sentimentil terhadap demokrasi yang sedang terjadi di Indonesia, dan akhirnya berpotensi menurunkan partisipasi pemilih pada pemilu berikutnya," katanya.

Menurut dia, untuk mengatasi hal itu harus ada indikator sebagai panduan agar pemilu berjalan secara berkualitas.

Indikator itu di antaranya pemilu dilaksanakan oleh penyelenggara yang profesional, independen, dan kredibel. Independen artinya penyelenggara mampu menjaga jarak yang sama dengan berbagai aktor politik, baik yang sedang berkuasa maupun yang tidak.

Selain itu, hak pilih bagi setiap warga negara yang memenuhi syarat, tingkat literasi (melek) politik masyarakat yang baik, partai politik dengan program yang kuat, kandidat dengan rekam jejak yang positif, peradilan pemilu yang cepat dan independen, konversi suara yang tepat, dan kompetisi yang "fair".

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bambang Eka Cahya Widodo mengatakan, sebuah pemilu selalu memiliki pemangku kepentingan yang harus bersinergi satu sama lain agar semua berjalan dengan baik.

"Pemangku kepentingan pemilu antara lain peserta pemilu baik pasangan calon maupun perseorangan, media massa dengan berbagai kepentingannya, masyarakat pemilih, dan pemerintah baik pusat maupun daerah. Mereka harus bersinergi dan saling mendukung," katanya.

(B015)

Editor: Masduki Attamami
COPYRIGHT © 2014

Komentar Pembaca
Kirim Komentar