Jakarta (ANTARA Jogja) - Chief Executive Officer PT Astra International Tbk-Toyota Sales Operation (Auto2000) Jodjana Jody mengatakan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tidak memengaruhi harga kendaraan roda empat serta komponen otomotif pada awal Juni.


"Walaupun ada potensi harga kendaraan roda empat akan mengalami kenaikan akibat melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar, kondisi tersebut masih berkaitan erat dengan biaya produksi. Sejauh ini, biaya produksi relatif belum berubah kendati pelemahan rupiah masih berlangsung," katanya di Jakarta, Rabu.


Menurut Jodjana, prinsipal akan menahan gejolak harga mobil dan produk hilir otomotif dalam jangka waktu tertentu sampai kondisinya tepat untuk melakukan penyesuaian harga.


Ia berpendapat harga kendaraan tergantung berbagai faktor, di antaranya biaya produksi, material, dan komponen, serta nilai tukar. Apabila salah satu komponen berubah dan bersifat permanen, akan berpengaruh pada harga jual produk.


Menurut dia, untuk menaikkan harga produk dan suku cadang, Auto2000 masih mengkajinya dengan hati-hati karena hal itu menyangkut daya beli konsumen.


"Kami masih belum bisa memperkirakan dengan tepat persentase kenaikan harga produk dan komponen kendaraan jika rupiah terus melemah," katanya.


Sementara itu, Direktur Marketing PT Suzuki Indomobil Sales, Endro Nugroho mengatakan pelemahan rupiah menjadi hal yang sangat serius bagi Suzuki, karena dapat berdampak sistemik terhadap kinerja bisnis internal.


"Kami terus memantau perkembangan rupiah. Namun, kami belum sampai pada keputusan menaikkan harga suku cadang maupun harga mobil baru, meskipun ada indikasi rupiah terus melemah," katanya.


(KR-IAZ*KR-SSB)

Editor: Masduki Attamami
COPYRIGHT © 2014

Komentar Pembaca
Kirim Komentar