Jombang (ANTARA Jogja) - Menteri Agama Suryadharma Ali memprediksikan terjadi perbedaan dalam penentuan awal puasa di antara beberapa organisasi masyarakat di Indonesia menjelang 1 Ramadhan 1433 Hijriyah.


"Ada kemungkinan awal puasa tahun ini tidak berbarengan. Untuk pemerintah sendiri, akan mengumumkan awal puasa setelah sidang isbat seperti tahun-tahun sebelumnya," katanya di sela acara silaturrahim dengan para pengasuh pondok pesantren se-Jawa Timur, di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Dusun Tambakberas, Desa Tambakrejo, Kabupaten Jombang, Sabtu.


Pihaknya juga mengundang sejumlah kelompok organisasi masyarakat di Kementerian Agama beberapa hari lalu untuk membahas rencana penetapan awal puasa namun belum bisa menghasilkan kata sepakat.


Sebenarnya, kata dia, pemerintah ingin agar 1 Ramadhan bisa dimulai bersama-sama di antara organisasi masyarakat lainnya. Namun, mereka tentunya mempunyai dasar pemikiran sendiri maupun kriteria penentuan awal puasa, sehingga belum bisa satu suara.


Walaupun begitu, pihaknya tetap meminta kelompok organisasi masyarakat itu untuk duduk bersama membahas tentang penentuan 1 Ramadhan. Jika tetap tidak ada persamaan di antara pandangan mereka, pihaknya mempersilakan kepada masing-masing kelompok tentang penentuan awal puasa.


Sementara itu, Ketua Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kediri KH Najib Zamzami mengatakan untuk NU masih menunggu hasil rukyat yang dilakukan oleh tim. Mereka akan melihat bulan untuk memastikan penentuan awal puasa, termasuk awal lebaran 2012.


"Kami menunggu pengumuman dari PBNU dan pemantauan dari tim rukyat nantinya. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, dan itu memang kajian ilmiah," kata pengasuh Pondok Pesantren Al-Ishlahiyyah, Kemayan, Kabupaten Kediri ini.


Ia mengatakan setiap tahun memang ada perbedaan antara NU dengan kelompok organisasi masyarakat lain untuk penentuan awal puasa dan lebaran. Namun, hal itu tidak masalah, sehingga menjadi jurang antara kelompok satu dengan lainnya.


"Untuk proses itu, kan bisa dipertanggungjawabkan masing-masing, namun kami yakinkan hal tersebut (perbedaan) tidak menjadikan suasana yang tidak nyaman, dan semua masih kondusif termasuk di kabupaten," katanya.


Dalam acara di Jombang tersebut, rombongan menteri langsung disambut pengasuh PP Tambak Beras Jombang yaitu KH Hasib Wahab.


Selain itu, sejumlah kiai dari beberapa daerah di Jatim juga hadir, di antaranya KH Anwar Iskandar pengasuh Ponpes Al-Amin, Kediri, dan kiai lainnya.


Acara itu selain silaturrahmi, juga untuk pertemuan para alumni.


(PSO-130)

Editor: Masduki Attamami
COPYRIGHT © 2014

Komentar Pembaca
Kirim Komentar