Jogja (ANTARA Jogja) - Arus lalu lintas sepanjang jalan Yogyakarta-Wonosari di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, padat merayap pada H+4 Lebaran 2012.

"Sejak kemarin, arus lalu lintas di Yogyakarta-Wonosari dan jalan menunju objek-objek wisata di Kabupaten Gunung Kidul dalam kondisi padat merayap. Untuk itu, kami mengimbau kepada pengemudi untuk lebih hati-hati," kata Kabag Humas Polres Gunung Kidul, AKP Sukasih di Gunung Kidul, Rabu.

Ia mengatakan, untuk mengurai kepadatan lalu lintas, petugas melakukan pengaturan kendaraan lalu lintas dan tidak menggunakan lalu lintas. Hal ini, mengingat volume kendaraan baik dari arah Wonosari-Yogyakarta atau Yogyakarta-Wonosari sangat tinggi.

"Kepadatan kami prediksikan akan terus terjadi hingga Minggu. Karena, kendaraan menuju objek wisata masih tinggi. Libur sekolah dan Lebaran yang bersamaan dan panjang, banyak masyarakat memanfaatkan untuk berlibur," kata Sukasih.

Menurut dia, titik-titik yang sangat padat kendaraan atau volume kendaraan sangat tinggi yakni simpang empat Gading, simpang tiga gading dan simpang empat sumber.

"Hal ini dikarenakan arus lalu lintas tertumpu disana. Seperti arus dari kendaran dari Yogyakarta Prambanan, Wonosari-Klaten, Wonosari-Yogyakarta bertemu satu titik sehingga kepadatan arus lalu lintas tidak dapat dihindari," kata Sukasih.

Wilayah rawan kecelakaan di Gunung Kidul selama arus mudik dan balik, kata Sukasih meliputi sepanjang jalan Pathuk hingga Playen. Hal ini dikarenakan medan yang berkelok-kelok, ruas jalan yang sempit, arus kendaraan yang padat dan pengendara ingin cepat sampai tujuan.

"Kami sekali lagi mengimbau kepada pengendara kendaraan untuk mengutamakan keselamatan dan berlalu lintas secara tertib. Karena karakter ruas jalan Gunung Kidul yang banyak tikungan tajam dan kondisi jalan yang naik-turun,"kata dia.

Kata dia, hampir diseluruh jalan di Gunung Kidul, khususnya jalan menuju objek wisata macet. Arus lalu lintas juga padat merayap. 

(KR-STR)

Editor: Mamiek
COPYRIGHT © 2014

Komentar Pembaca
Kirim Komentar