Bantul (ANTARA Jogja) - Sekitar seratus lebih pengunjung objek wisata Pantai Parangtritis, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, selama libur hari raya Idul Fitri 1433 Hijriah tersengat ubur-ubur.

"Sejak Minggu (19/8) lalu banyak pengunjung yang tersengat ubur-ubur, kalau sampai sekarang ini ada seratus lebih pengunjung yang tersengat," kata Komandan Regu II SAR Pantai Parangtritis, Bantul, Yulianta di Bantul, Kamis.

Menurut dia, sebenarnya ubur-ubur atau binatang yang berwarna biru menyerupai balon ini sudah muncul di pantai Parangtritis sejak musim libur sekolah Juli lalu, namun sampai saat ini masih ada, sehingga pengunjung diimbau waspada.

"Kalau libur sekolah lalu banyak yang terkena, bahkan sampai 500 orang, kalau saat ini cenderung berkurang. Biasanya ubur-ubur ini muncul menjelang musim dingin, dan tiap tahun pasti muncul," katanya.

Ia mengatakan, meski ada sekitar seratus lebih pengunjung yang tersengat ubur-ubur, namun tidak sampai mengakibatkan fatal atau pingsan, dan setelah diolesi dengan ramuan maka bekas sengatan berangsur membaik.

"Begitu ada pengunjung yang tersengat kita langsung olesi minyak, sekitar 30 menit kemudian rasa panas menghilang, jadi tergantung daya tahan tubuh, kalau bagi yang lemah biasanya efeknya jadi sakit perut," katanya.

Ia mengatakan, untuk mengantisipasi agar pengunjung tidak semakin banyak tersengat ubur-ubur maka anggota tim SAR terus memperingatkan melalui pengeras suara agar tidak bermain-main dengan ubur-ubur tersebut.

"Ubur-ubur itu kan habitatnya di tengah laut yang terbawa ombak ke tepi pantai, dan biasanya para pengunjung tidak menyadarinya, maka kita terus ingatkan, karena ubur-ubur ini bisa mengenai siapa saja," katanya.

(KR-HRI)

Editor:
COPYRIGHT © 2014

Komentar Pembaca
Kirim Komentar