Kulon Progo (ANTARA Jogja) - Bidang perkebunan Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan memperluas lahan tanaman kopi seluas 200 hektare pada 2012 ini.

"Kopi merupakan salah satu komoditi unggulan perkebunan di Kabupaten Kulon Progo. Rencananya, kami akan melakukan perluasan lahan kopi di Kecamatan Samigaluh dan Girimulyo. Dua kecamatan ini merupakan pusat penghasil kopi terbesar," kata Kepala Bidang Perkebunan Dispertan Kulon Progo, Muhammad Aris Nugrogo di Kulon Progo, Selasa.

Kata dia, perluasan lahan kopi di Kecamatan Girimulyo di Desa Purwosari dan Jatimulyo dengan luas lahan 117 hektare. Sedangkan di Kecamatan Samigaluh di Sidoharjo dan Pagerharjo dengan luasan lahan 83 hektare.

"Perluasan lahan kopi tersebut bantuan bibit diberikan dari Kementerian Pertanian, Dirjen Perkebunan. Saat ini, petani sudah mulai menyiapkan lahan dan sudah membuat lubang, sehingga saat penghujan mendatang langsung dapat ditanami bibit kopi," kata Aris.

Ia mengatakan, Dirjen Perkebunan memberikan batuan 1.000 batang per hektarenya. Selain itu, petani diberikan pupuk NPK sebanyak 96 kilogram per hektare dan pupuk organik sebanyak 31 liter per hektare.

"Saat ini, bantuan pupuk sudah diterima petani. Selain itu, Dirjen Perkebunan juga telah melakukan tander dalam pengadaan bibit kopi jenis Arabika," kata dia.

Dispertan Kulon Progo juga akan melakukan diversifikasi tanaman antara kopi dan kakao sehingga nanti menghasilkan kopi rasa mocca.

"Berdasarkan penelitian, dengan sistem diversifikasi antara kakao dan kopi akan menghasilkan rasa mocca meski dalam pengolahannya kopi dan kakao tidak dicampur. Untuk itu, kami akan melakukan diversifikasi kedua tananam tersebut dengan harapan kopi Kulon Progo memiliki cita rasa yang khas," kata dia.

(KR-STR)

Editor: Mamiek
COPYRIGHT © 2014

Komentar Pembaca
Kirim Komentar