Sleman (ANTARA Jogja) - Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, berupaya mengembangbiakkan dan memanfaatkan hewan predator yaitu burung hantu jenis "Tyto Alba" untuk membasmi hama tikus yang menyerang tanaman pertanian.

"Pengembangan hewan predator burung hantu ini nantinya dilakukan setiap kelompok tani di masing-masing desa," kata Penyuluh Pendamping Lapangan (PPL) Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (DPPK) Kabupaten Sleman Suharyanto, Selasa.

Menurut dia, pengembangbiakan hama tikus sangatlah cepat sehingga perlu adanya pengendalian secara terpadu dan berkelanjutan.

"Jika pengendalian hama itu dilakukan dengan cara gropyokan kurang efektif, karena tikus itu bisa bermigrasi sesuai ketersediaan pangan," katanya.

Ia mengatakan di Kabupaten Sleman, lahan pertanian yang memiliki tingkat kerawanan terserang hama tikus terutama di tiga wilayah yakni Kecamatan Moyudan, Minggir dan Seyegan dengan rata-rata lahan yang terserang hama tikus mencapai 300 hektare.

"Dari ketiga Kecamatan itu wilayah yang paling rawan terhadap serangan hama tikus yaitu di Kecamatan Moyudan, sebab secara geografis wilayahnya berbatasan dengan Kabupaten Bantul. Dengan memanfaatkan burung predator ini nantinya diharapkan dapat memutus mata rantai tikus," katanya.

Suharyanto mengatakan, keuntungan pengembangan budidaya burung Tyto Alba tersebut yakni tiap ekornya dalam satu hari mampu membunuh rata-rata lima ekor tikus.

"Selain itu burung predator tersebut memiliki kemampuan untuk memangsa sasaran dengan radius hingga mencapai dua kilometer," katanya.

Ia mengatakan, dalam pelaksanaan program yang akan mulai dilakukan pada 2013 mendatang, direncanakan burung Tito Alba akan didatangkan dari daerah Demak, Jawa Tengah.

"Pembuatan kandang budidaya sudah dilakukan di Kecamatan Minggir dan Cangkringan," katanya.

(V001)

Editor: Masduki Attamami
COPYRIGHT © 2014

Komentar Pembaca
Kirim Komentar