Jakarta (ANTARA Jogja) - Wakil Presiden Boediono minta kepada industri otomotif untuk ikut mendorong pemanfaatan bahan bakar nonfosil seperti gas, sejalan dengan upaya pemerintah meningkatkan penggunaan gas mulai dari sektor listrik, industri dan transportasi.

"Kita harapkan mobil 'hybrid' bisa dikembangkan. Semoga ini bukan menjadi 'policy on-off', kita serius. Kita semua tahu manfaatnya. Tapi dukungan ini kita arahkan pada mobil hybrida yang bukan mewah dan cc-nya rendah dan terjangkau oleh rakyat," kata Wapres di Jakarta, Jumat.

Hal itu dikemukakan Wapres Boediono saat membuka "Indonesia International Motor Show" (IIMS) ke-20 Tahun 2012 di Jakarta International Expo Kemayoran, yang antara lain dihadiri Menteri Perindustrian M.S.Hidayat, Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono, Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Indonesia (GAIKINDO) Sudirman MR dan para pebisnis industri otomotif.

Wapres juga menyambut perkembangan inovasi mobil listrik seraya berharap inovasi tersebut bisa menjadi potensi jangka panjang yang bisa meluas penggunaannya di kemudian hari.

Boediono juga menggarisbawahi tiga hal yakni faktor-faktor apa yang membuat pertumbuhan industri otomotif di Indonesia melejit, logika besar dari kebijakan industrialisasi serta kesepakatan mendukung "eco-mobility" sesuai tema pameran.

Wapres Boediono memaparkan faktor-faktor apa yang membuat industri otomotif Indonesia demikian melejit adalah karena pasar yang besar dan terus tumbuh.

Pertama adalah faktor pasar yang bagus tersebut harus bisa digunakan untuk "leverage", atau upaya untuk meningkatkan daya tambah lebih lanjut baik untuk pemerintah maupun kalangan pebisnis.

Kedua, yakni politik Indonesia yang relatif stabil dibandingkan kondisi lain di dunia yang menandakan demokrasi di Indonesia berjalan dengan baik.

"Politik adalah landasan bagi semua seperti pertumbuhan ekonomi, peningkatan kemakmuran atau yang lain. Maka tugas bersama kita adalah semakin memantapkan konsolidasi demokrasi. Ini akan semakin menjadi daya tarik Indonesia di jangka panjang," tutur Wapres.

Ketiga, yakni kebijakan yang rasional. Dalam hal ini pemerintah harus bekerja sama dengan banyak pihak untuk merumuskan arah dan kebijakan yang konsisten yang kemudian didukung oleh semua pemangku kepentingan.

Keempat, yakni komunikasi dengan pelaku bisnis yang harus ditingkatkan, sehingga masing-masing baik pemerintah maupun kalangan swasta mengetahui porsi perannya.

Ketua IIMS 2012 Johnny Darmawan juga Presiden Direktur PT. Astra Motor mengatakan, industri otomotif Indonesia berada pada situasi yang menggembirakan.

Pada tahun 2010 kenaikan angka produksi di sektor ini mencapai 51 persen dibanding 2009, kembali naik 19,2 persen pada 2010, dan sampai semester pertama tahun 2012 tren positif terus berlanjut dengan kenaikan angka produksi sebesar 33 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Ia meyakini, pemintaan pasar terus meningkat seiring dengan semakin meningginya daya beli masyarakat. Volume mobil yang terjual pada 2011 tercatat sebesar 894 ribu unit, naik 19 persen dibanding 2010.

Sedangkan pada semester pertama tahun 2012, yakni sepanjang bulan Januari hingga Juli, volume penjualan tercatat sebesar 630 ribu unit, naik 29 persen dibanding 2011. Pada akhir tahun 2012 diperkirakan volume penjualan bisa mencapai angka satu juta unit.

 Pasar kendaraan Indonesia pun telah mencapai 34 persen dari pasar kendaraan di Asia Tenggara. Dengan peningkatan pendapatan yang terus berkembang seperti sekarang ini, Ketua IIMS yakin dalam waktu dekat akan siap mengungguli Thailand yang selalu berada pada puncak pasar kendaraan terbesar di Asia Tenggara.

Selain itu, industri otomotif juga merupakan penyumbang pajak terbesar di Indonesia, lebih besar dari industri manufaktur lainnya.

"Industri otomotif menyumbang pajak senilai 80 triliun rupiah. Jumlah ini akan semakin bertambah besar bila industri penunjang lain juga diperhitungkan seperti industri komponen, leasing dan lainnya," papar Johnny.
(T.A025)

Editor: Heru Jarot Cahyono
COPYRIGHT © 2014

Komentar Pembaca
Kirim Komentar