Surabaya (ANTARA Jogja) - Pelaksanaan wisuda ke-105 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya yang digelar pada 22-24 September tergolong istimewa, karena momentum masuk syuting film nasional bertajuk "Air Mata Terakhir Bunda".


"Syuting film yang dibintangi aktor Vino G Bastian itu mengisahkan kehidupan seorang pemuda kurang mampu, korban lumpur Sidoarjo, mendapat beasiswa kuliah di ITS," kata sutradara film AMTB Endri Pelita di kampus ITS Surabaya, Senin.


Dalam perjalanan sebagai mahasiswa, prestasi yang ditorehkan pemuda yang diperankan Vino tersebut tak hanya dari segi akademis, namun juga nonakademis.


"Ia diceritakan menjadi ketua senat mahasiswa (BEM) dan anggota tim Robotika ITS," ungkap Endri Pelita.


Menurut dia, ITS dipilih sebagai latar pendidikan dan tempat pengambilan gambar film karena merupakan perguruan tinggi terbaik di Jawa Timur.


Selain itu, ITS juga merupakan salah satu institusi teknik yang menjadi pusat perkembangan teknologi di Indonesia. "ITS adalah impian seluruh siswa SMA di Jatim," katanya, berargumentasi.


Tak hanya itu, kelengkapan fasilitas di ITS juga menjadi faktor pertimbangan lain, karena film itu juga mengambil beberapa adegan latihan di Gedung Pusat Robotika ITS.


Dari situ, syuting dilanjutkan dengan pengambilan gambar saat momen wisuda karena dikisahkan pemuda tersebut juga diwisuda.


Menanggapi hal itu, Kepala Biro Sumber Daya Manusia (SDM) dan Organisasi ITS, Drs Mukayat, mengatakan hal itu merupakan tanda positif.


"Adanya perusahaan perfilman yang memproduksi film mereka di ITS, mengindikasikan bahwa keberadaan ITS mulai dirasakan," katanya.


Kehadiran Vino di tengah-tengah acara wisuda pun sempat menyita perhatian sejumlah mahasiswa dan undangan yang hadir karena beberapa di antaranya sempat meminta foto bersama, namun suasana wisuda tak terganggu sedikit pun.


Selain syuting film, penyambutan wisudawan oleh para mahasiswa dari masing-masing jurusan juga dimeriahkan dengan atraksi Reog Ponorogo yang sengaja diundang oleh mahasiswa jurusan Teknik Kelautan untuk pawai wisuda di sepanjang jalan utama ITS.


"Serba etnik, itulah konsep yang diusung dalam pawai. 'Etnik berarti semua suku bisa masuk di Kelautan, reog kami pilih sebagai ikon Jawa Timur," kata panitia pawai wisuda Jurusan Teknik Kelautan, Restu Sunjaya.


(E011)
 

Editor: Masduki Attamami
COPYRIGHT © 2014

Komentar Pembaca
Kirim Komentar