Kerajinan bambu Gunung Kidul diekspor ke Eropa

Masyarakat Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, memproduksi kerajinan berbahan bambu untuk dibuat segala peralatan rumah tangga atau fungsional. Hasil produksi kerajinan diekspore ke Amerika dan Eropa. (Foto ANTARA/Mamiek)

Berita Terkait
Gunung Kidul  (ANTARA Jogja) - Produksi kerajinan bambu di Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, diekspor ke Amerika dan Eropa.

"Kami memproduksi kerajinan bambu sejak 1998. Permintaan kerajinan bambu terus mengalami peningkatan, khususnya permintaan pasar di Eropa dan Amerika," kata pemilik FDA Handicraft Produsen Bamboo Craft, Suwarji di Gunung Kidul, Selasa.

Ia mengatakan, pesanan kerajinan bambu mencapai ribuan untuk berbagai jenis kerajinan bambu. Pasar Eropa, permintaan bambu cukup banyak sehingga pengiriman barang tidak dilakukan setiap bulan. Permintaan yang paling banyak, yakni dari Amerika yang tiap bulannya harus ekspor sekitar 5.000 berbagai jenis kerajinan bambu.

"Kami memiliki 400 jenis kerajinan yang berbahan bambu yang fungsional, dekoratif dan unik, diantaranya baki, tempa sampah, ornamen, gerai batik, topeng dan piring," kata dia.

Kata Suwarji, harga kerajinan bambu hasil produksinya berkisar Rp1.500 hingga Rp1,5 juta per itemnya. Harga tergantung dari jenis barang dan tingkat kesulitannya. Untuk kerajinan natural atau belum dibatik harganya masih standar, tetapi kerajinan bambu yang sudah dilakukan pembantikan harga akan naik dua hingga tiga kalilipat karena besarnya ongkos produksi.

"Belakangan ini, pasar Eropa dan Amerika lebih tertarik dengan kerajinan bambu yang natural. Sedangkan pasar domestik seperti Jakarta dan Kota Yogyakarta kebanyakan permintaan dengan hiasan batik. Kami memproduksi kerajinan bambu sesuai permintaan pasar," kata Suwarji.

Kendala utama dalam memproduksi kerajinan bambu, kata Suwarji, yakni peralatan masih manual dan saat musim penghujan banyak kerajinan menjamur karena tidak ada sinar matahari.

"Produk kerajinan bambu buatan Gunung Kidul ini kalah bersaing dengan hasil produksi Vietnam dan China yang telah menggunakan peralatan modern dan harga dari kedua negara ini jauh lebih murah dibandingkan dari Gunung Kidul," kata dia.

Dia mengatakan, untuk kerajinan tempat buah hingga baki, buatan Vietnam juga merajai pasar di Eropa dan Amerika. Kerajinan mereka banyak yang diminati, keunggulan kerajinan Gunung Kidul hanya terletak pada motif batiknya. Selain itu, kerajinan bambu khususnya ukir, jauh lebih bagus dan murah ketimbang produksi kami," kata Suwarji.

Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Provinsi D.I. Yogyakarta, kata dia, memberikan pelatihan Gugus Kendali Mutu (GKM) supaya produk sekerajinan bambu Gunung Kidul mampu bersaing.

"GKM ini untuk menguji dan menyamakan kualitas produksi kerajinan bambu. Sehingga, produk kerajinan bambu Gunung Kidul mampu bersaing dengan China dan Vietnam meski kami kalah dari segi peralatan dan harga," kata dia.

(KR-STR)

Editor: Mamiek
COPYRIGHT © 2014

Komentar Pembaca
Kirim Komentar