Kulon Progo tunggu rencana induk kawasan industri

Sekda Kulon Progo, Budi Wibowo (Foto ANTARA/Mamiek)

Hingga saat ini, kami masih menunggu rencana induk atau masterplan kawasan industri Khusus yang dikerjakan Kementerian Perindustrian," Sekretaris Daerah (Sekda) Kulon Progo, Budi Wibowo.
Berita Terkait
Kulon Progo  (ANTARA Jogja) - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menunggu rencana induk pengembangan kawasan industri khusus Sentolo dari Kementerian Perindustrian.

"Hingga saat ini, kami masih menunggu rencana induk atau masterplan kawasan industri Khusus yang dikerjakan Kementerian Perindustrian. Rencana induk tersebut, rencananya akan diserahkan pada pemerintah kabupaten Kulon Progo, pada akhir 2012 ini," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kulon Progo, Budi Wibowo di Kulon Progo, Selasa.

Ia mengatakan, dengan adanya rencana induk kawasan industri khusus Sentolo, Pemkab Kulon Progo akan mengatur penempatan pabrik yang telah masuk ke Kulon Progo. Sampai saat ini, sudah ada beberapa investor yang siap membangun perusahaan di Kulon Progo, seperti Mitsui dan perusahaan alat pertanian, serta pabrik baja yang ada di Jakarta akan direlokasi ke Kulon Progo.

"Rencana induk masih dibuat oleh Kementerian Perindustrian yang rencananya selesai tahun ini. Setelah selesai dan diserahkan kepada pemerintah kabupaten, akan melakukan penataan lokasi terhadap investor yang masuk menjadi kawasan industri sesuai dalam rencana induk," kata Budi.

Ia mengatakan, kawasan industri khusus Sentolo meliputi Kecamatan Sentolo, Lendah dan Galur. Tiga kecamatan ini, merupakan kunci dari pengembangan kawasan industri baja yang merupakan turunan dari bijih besi yang akan diproduksi oleh PT Jogja Magasa Iron (JMI).

"Rencananya kawasan industri khusus Sentolo akan diinterkoneksikan dengan produksi bijih besi PT JMI. Diharapkan dengan, PT JMI berhasil mengolah pasir besi menjadi bijih besi, langsung digunakan oleh industri turanannya yang ada di Sentolo. Sehingga, hasil produksi bijih besi PT JMI tidak diekspor ke luar negeri, tetapi diproduksi di Kulon Progo. Ini sangat luar biasa bagi Kulon Progo, jadi tidak salah kalau masa depan perekonomian DIY ada di Kulon Progo," kata Budi.

Sebelumnya, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Agus Langgeng Basuki mengatakan, rencana induk kawasan strategis bidang pertubuhan ekonomi dikerjakan Kementerian Perindustrian. Awalnya akan dikembangkan menjadi kawasan ekomomi khusus (KEK) tetapi karena sesuatu hal dan sejalan dengan Peraturan Daerah Rencana Tata Ruang Wialayah (RTRW) dirubah menjadi kawasan strategis bidang pertubuhan ekonomi.

Kata dia, kawasan strategis dari sudut kepentingan pertumbuhan ekonomi antara lain kawasan metropolitan, kawasan ekonomi khusus,kawasan pengembangan ekonomi terpadu, kawasan tertinggal serta kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas.
(KR-STR)

Editor: Mamiek
COPYRIGHT © 2014

Komentar Pembaca
Kirim Komentar