Jogja (ANTARA Jogja) - Uji coba pengaturan lalu lintas satu arah di kawasan Kleringan mulai diberlakukan akhir pekan, yaitu pada Sabtu(1/12) pukul 09.00 WIB.

"Pada Sabtu(1/12) dimulai sistem manajemen pengaturan lalu lintas yang baru. Pada saat yang bersamaan, juga akan dilakukan pembangunan pembatas jalan dari Gardu PLN hingga simpang Tugu Adipura," kata Kepala Bidang Bina Marga Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah Kota Yogyakarta Wijayanto di Yogyakarta, Kamis.

Dengan pengaturan lalu lintas yang baru, masyarakat yang akan menuju Jalan Malioboro dan Jalan Mataram harus memutar melalui Jembatan Amarta.

Selain itu, akan ada pembalikan arah arus lalu lintas di bawah jembatan rel kereta api, dari sebelumnya arah utara ke selatan menuju Malioboro menjadi dari selatan ke utara menuju ke Jembatan Amarta.

Untuk mendukung pelaksanaan perubahan sistem manajemen lalu lintas tersebut, juga telah dilakukan perubahan letak lampu lalu lintas.

Lampu lalu lintas hanya akan ada di Gardu PLN, simpang Jalan Mataram dan di simpang jalan menuju Jembatan Amarta. "Lampu lalu lintas yang ada sebelumnya, tidak akan digunakan lagi," katanya.

Seluruh lampu lalu lintas untuk mendukung perubahan menajemen lalu lintas di Kleringan sudah terpasang di lokasi baru namun lampu lalu lintas itu baru akan difungsikan saat uji coba dilakukan.

Sementara itu, Kepala Seksi Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta Windarto Koeswandono mengatakan, perubahan arus lalu lintas di kawasan Kleringan memang sangat drastis sehingga harus dilakukan uji coba dan sosialisasi secara terus menerus ke masyarakat.

Windarto menambahkan, perubahan arus lalu lintas di Kleringan tersebut akan mampu mengurangi waktu tunggu kendaraan di kawasan tersebut yang sering menyebabkan kemacetan panjang.

Rata-rata waktu tunggu kendaraan di lampu merah Kleringan mencapai 150 detik, namun dengan perubahan arus lalu lintas akan ada pengurangan menjadi 90 detik.

"Selain mengurangi waktu tunggu kendaraan di Kleringan, perubahan sistem lalu lintas di kawasan tersebut juga akan menambah kapasitas jalan," katanya.

Kapasitas jalan di Kleringan yang semula satu atau dua lajur, bisa meningkat menjadi empat lajur karena ada perubahan jalan menjadi satu arah.

Jika satu lajur memiliki kapasitas rata-rata 1.600 satuan mobil penumpang per jam, maka akan ada peningkatan hingga empat kali lipat saat sistem lalu lalu baru tersebut diberlakukan.

"Kami juga sudah memasang lampu lalu lintas di beberapa titik untuk mengantisipasi kepadatan," katanya. ***3***

(E013)

(U.E013/B/M019/M019) 29-11-2012 13:58:48

Editor: Heru Jarot Cahyono
COPYRIGHT © 2014

Komentar Pembaca
Kirim Komentar