Jogja (ANTARA Jogja) - Himpunan Pendidikan Usia Dini Daerah Istimewa Yogyakarta meminta kepada pemerintah agar dapat membantu memfasilitasi peningkatan kompetensi guru di daerah setempat.

"Kami berharap pemerintah dapat membantu memfasilitasi pendidikan dan pelatihan bagi para guru Pendidikan Usia Dini (PAUD) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)," kata Wakil Ketua Himpunan Pendidikan Usia Dini (Himpaudi) DIY Endin Wicaksono di Yogyakarta, Rabu.

Endin mengatakan, hingga saat ini hampir 50 persen guru PAUD yang tersebar di Satuan Paud Sejenis (SPS), Lembaga Kelompok Bermain serta Tempat Penitipan Anak (TPA) DIY masih belum memperoleh pengetahuan khusus terkait pendidikan anak usia dini.

Hal itu disebabkan masih banyak tenaga pendidik PAUD di DIY yang berlatar belakang S1 non ilmu pendidikan bahkan masih ada yang berlatar belakang pendidikan hanya SMP atau SMA.

Sementara, kata dia, masing-masing tenaga pendidik tersebut seharusnya telah menguasai metode khusus terkait pengembangan keterampilan dan karakter anak.

"Sesungguhnya selain menguasai ilmu pendidikan itu sendiri, pengajar PAUD juga harus menguasai betul terkait pengembangan keterampilan dan karakter anak dan itu bisa didapatkan mungkin melalui beasiswa pendidikan atau pelatihan yang diharapkan bisa difasilitasi pemerintah," katanya.

Selain itu, menurut dia, hingga saat ini banyak pengajar PAUD di DIY yang memperoleh gaji tidak layak atau jauh di bawah upah minimum kabupaten/kota (UMK).

"Banyak gaji mereka di bawah UMK. Bisa dikatakan gaji mereka gaji sukarela," katanya.

Untuk itu, dia juga berharap bagi tiap-tiap yayasan PAUD dapat memberikan gaji layak bagi tenaga pengajarnya.

"Memang banyak dari tenaga pengajar Paud di DIY yang tidak begitu mempermasalhakn soal kecilnya gaji, tapi itu merupakan kewajiban lembaga atau yayasan yang merekrut guru-guru tersebut," katanya.

Sesuai data Himpaudi DIY 2012, tenaga pendidik Paud berjumlah 13.001 orang dari 3.042 lembaga PAUD yang ada di DIY.

Sebelumnya, Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga DIY, GKR Hemas mengatakan instansi yang mengampu PAUD diharapkan bisa selalu bisa berkembang tidak hanya dalam bentuk kuantitatif, tetapi juga meningkat kualitasnya.

Menuru dia, PAUD merupakan salah satu rangsangan bagi anak yang bertujuan untuk membantu perkembangan jasmani dan rohani menuju pendidikan yang lebih lanjut.Untuk itu ,menurut dia, harus diimbangi dengan program dan simulasi dalam peningkatan kualitas PAUD baik secara formal maupun nonformal.

"PAUD merupakan salah satu upaya pembinaan tumbuh kembang anak usia lima tahun agar anak siap menghadapi jenjang pendidikan yang lebih tinggi," katanya.

(T.KR-LQH)

Editor: Heru Jarot Cahyono
COPYRIGHT © 2014

Komentar Pembaca
Kirim Komentar