Kulon Progo (Antara Jogja) - Pemerintah desa Sidoharjo Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menggalakkan program "Rumah Pangan Lestari" dalam rangka ketahanan pangan masyarakat.

Kepala Desa Sidoharjo, Budi Hartono di Kulon Progo, Senin mengatakan, "Rumah Pangan Lestari" adalah kegiatan yang memanfaatkan lingkungan atau komplek sekitar rumah warga untuk ditanami pangan seperti sayuran dan pangan lokal.

"Cita-cita dengan adanya "Rumah Pangan Lestari" yakni mewujudkan ketersediaan pangan ditengah masyarakat," kata Budi.

Untuk mendukung kegiatan tersebut, kata Budi, pemerintah desa (pemdes) Sidoharjo akan membagikan polibag dan bibit sayuran kepada masyarakat setempat. Pembanginan tersebut direncanakan akan dilaksanakan pekan depan bekerjasama dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta.

Menurut dia, "Rumah Pangan Lestari" merupakan upaya memberdayakan pangan lokal untuk mengurangi ketergantungan terhadap beras.

"Pemdes Sidoharjo mendorong masyarakat mengembangkan tanaman pangan lokal seperti mbolo, gembili, ubi, singkong, dan talas, serta gadung. Pangan lokal ini mengantarkan Desa Sidoharjo sebagai desa mandiri pangan," kata dia.

Untuk mengembangkan pangan lokal tersebut, kata dia, masyarakat mendapatkan bantuan berupa peralatan pembuatan tepung berbahan baku pangan lokal dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Energsi Sumber Daya Mineral (DisperindagESDM) Kulon Progo.

"Alat tersebut dimanfaatkan untuk membuat tepu dari hasil pangan lokal. Sehingga meningkatkan nilai jual dari tanaman pangan lokal tersebut," kata dia.

Ia mengatakan, pemerintah Desa Sidoharjo juga mendirikan Lumbung Pangan yang berfungsi untuk menampung hasil pertanian warga khususnya gabah. Hasil pertanian dibeli oleh petugas "Lumbung Pangan".

"Modal awal lumbung pangan sebesar Rp40 juta yang digunakan untuk membeli gabah dari petani. Supaya ada ketahanan pangan ditingkat desa, maka harus menyimpang cadangan pangan sebanyak 2,5 ton gabah yang digunakan sewaktu-waktu masyarakat membutuhkan," kata dia.

Selain itu, selama tiga tahun terakhir, kata dia, pemdes dan masyarakat melakukan pembenahan dan pengembangan lembaga kuangan desa hingga pemberdayaan masyarakat miskin atau kekuarga miskin untuk memberdayakan potensi lokal.

"Pemdes Sidoharjo mendirikan kelembaga ketahanan pangan desa yang keanggotaannya dari berbagai kelompok yakni bidan desa, lembaga keuangan desa, tokoh masyarakat, aparat desa, PKK dan warga miskin," katanya.

(KR-STR) 

Editor: Masduki Attamami
COPYRIGHT © 2014

Komentar Pembaca
Kirim Komentar