Lebak (Antara Jogja) - Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum mengatakan produksi kedelai di Indonesia hingga kini defisit sehingga masih impor dari negara lain.

"Kita produksi kedelai tahun 2012 sekitar 850 ribu ton, sedangkan kebutuhan konsumsi nasional kurang lebih 2,3 juta ton setahun. Jadi, kita masih defisit maka diimpor," kata Anas Urbaningrum saat pencanangan gerakan tanam kedelai di Desa Gununganten, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, Sabtu.

Menurut dia, pihaknya menduga kebutuhan kedelai nasional tahun kedepan meningkat, karena masyarakat Indonesia masyarakat tahu tempe.

Tahu tempe merupakan bagian kuliner nasional dan bisa dikembangkan hingga ekspor.

Produk tahu tempe, selain menyehatkan juga harganya murah.

Bahkan, kata dia, saat ini orang kaya di Indonesia kembali makan lauk pauk tahu tempe.

Oleh karena itu, pihaknya meminta petani Kabupaten Lebak mampu berswasembada kedelai guna mendukung program ketahanan pangan.

Saat ini, kebutuhan kedelai untuk konsumsi masyarakat Kabupaten Lebak sekitar 3.000 ton per tahun masih kekurangan dan didatangkan dari luar daerah.

"Kami berharap ke depan Lebak mampu swasembada kedelai sehingga bisa mencukupi untuk kebutuhan lokal," katanya.

Menurut dia, saat ini lahan di Kabupaten Lebak begitu luas jika ditanami kedelai dipastikan bisa menjadikan cadangan kebutuhan nasional.

Dengan demikian, ujar Anas, petani bisa memanfaatkan lahanya untuk ditanami kedelai.

Sebab menanam kedelai merupakan tradisi masa depan sehingga dapat merubah kehidupan yang lebih baik.

"Kita negara agraris tentunya mampu kemandirian dan kedaulatan pangan," katanya.

Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Yuntani mengatakan pengembangan kedelai tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Pertanian untuk Sekolah Lapang - Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT).

Selama ini lahan pertanian di Kecamatan Cimarga sangat cocok untuk dikembangkan kedelai.

"Kita mengembangkan kedelai di Desa Gununganten seluas 100 hektare," katanya.

Ia menyebutkan potensi pengembangan kedelai sangat memungkinkan dalam meningkatkan pendapatan ekonomi petani.

Apalagi, pemerintah terus mendorong agar petani mampu meningkat produksi kedelai sehingga dapat memenuhi kebutuhan pasar lokal.

Selain itu, juga dapat miningkatkan pendapatan petani dan penyerapan tenaga kerja lokal.

"Kita seluruhnya pengembangan kedelai yang didanai Anggaran Pendapatan Belanja dan Negara (APBN) 2013 seluas 7.000 hektare," katanya. 

(Mansyur)

Editor: Mamiek
COPYRIGHT © 2014

Komentar Pembaca
Kirim Komentar