Jogja  (Antara)-Sebanyak 60 pengusaha mebel dan kerajinan di Daerah Istimewa Yogyakarta bersiap untuk mengikuti `International Furniture and Craft Fair Indonesia` 2013, kata Sekretaris Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta, Endro Wardoyo.

"Pengusaha Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) semakin banyak yang tertantang untuk mengikuti `International Furniture and Craft Fair Indonesia` (IFFINA) ke enam itu,"katanya di Yogyakarta, Selasa.

Dia mengatakan, dalam IFFINA ke enam ini, pengusaha atau perajin mebel DIY mendapatkan lahan 2.500 meter persegi untuk mendirikan stan.

"Dari 20.000 meter persegi lahan untuk acara IFFINA, DIY mendapatkan jatah 2.500 meter persegi yang dibantu difasilitasi oleh pemerintah daerah setempat,"katanya.

Dia mengatakan, ajang Internasional tersebut merupakan kesempatan bagi para pengusaha atau perajin mebel di DIY untuk mengetahui sejauh mana usaha mebel dapat berpotensi bagi daerah setempat.

"IFFINA akan menjadi `barometer` sejauh mana potensi perusahaan mebel di DIY,"katanya.

Saat ini, kata dia, seluruh pengusaha mebel peserta IFFINA dari DIY telah mempersiapkan mebel atau kerajinan terbaik yang dimiliki.

"Mereka harus mempersiapkan mebel pilihan karena dalam IFFINA tahun ini kompetisi akan semakin ketat yang akan diikuti kurang lebih 500 pengusaha Nasional maupun Internasional,"katanya.

Sebelumnya sebagai penyelenggara IFFINA tahun ini, Ketua Umum Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo), Ambar Tjahyono optimistis mampu mendatangkan 3.500 pembeli dari berbagai negara, yang jumlahnya meningkat dari pembeli tahun 2011 sebanyak 3.100 pembeli.

Hingga Januari 2013, sebanyak 1.000 pembeli telah melakukan registrasi untuk datang ke IFFINA yang akan diselenggrakan pada 11-14 Maret di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat
(KR-LQH)

Editor: Heru Jarot Cahyono
COPYRIGHT © 2014

Komentar Pembaca
Kirim Komentar