Gunung Kidul  (Antara jOGJA) - Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, memberikan bantuan stimulan kepada 86 orang korban bencana alam pada Januari 2013 di wilayah setempat sebesar Rp38,3 juta.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunung Kidul, Budhi Harjo, Kamis mengatakan, bantuan untuk korban bencana masih minim karena keterbatasan anggaran.

"Mereka yang menerima bantuan di antaranya korban angin kencang, tanah longsor, hanyut di sungai, tersambar petir dan kebakaran, yang terjadi selama bulan Januari,"kata Budi.

Ia mengatakan, korban bencana alam penerima dana stimulan berasal dari 12 kecamatan meliputi Kecamatan Wonosari dengan korban bencana yang menerima bantuan dua orang, Tanjungsari dua orang, Saptosari tiga orang, Purwosari satu orang, Paliyan empat orang, Playen 18 orang, Patuk dua orang, Nglipar dua orang, Ngawen tiga orang, Karangmojo 12 orang, dan Kecamatan Gedangsari yang menerima bantuan ada 13 orang korban bencana.

Dia mengatakan, sesuai dengan Keputusan Bupati Gunung Kidul nomor 119/ KPTS/ 2012 tentang Pernetapan Besarnya Bantuan bagi Korban Bencana dan Bantuan Operasional Evakuasi Korban Bencana di Gunung Kidul, kata dia, korban mendapat bantuan minimal dengan kerugian Rp 1,5 juta.

"Bantuan yang diberikan 10 persen dari jumlah kerugian, maksimal dana yang diserahkan Rp 5 juta. Artinya, bantuan disesuaikan dengan tingkat kerusakannya, ada standart maksimalnya," katanya.

Sementara itu, kata Budi, anggaran untuk kebutuhan logistik penanggulangan bencana di Gunung Kidul, pada 2013 dianggarkan sebesar Rp75 juta.

"Anggaran lostitik penanganan bencana didukung Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) dan Badan Ketahanan Pangan serta kami mintakan ke BPBD DIY," katanya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Gunung Kidul, Budi Martono mengatakan pihakanya sangat prihatin dengan berbagai jenis bencana yang menerjang wilayah Gunung Kidul yang mengakibatkan kerugian pada masyarakat.

"Sebagai bentuk kepedulian, pemkab berupaya memberikan bantuan. Karena keterbatasan dana yang ada, maka bantuan yang diberikan belum sesuai harapan masyarakat," katanya.

Ia mengatakan, bantuan yang diberikan terhadap para korban bencana ini bukan uang ganti rugi, tetapi hanya stimulan dan bentuk kepedulian.

"Meski bantuan yang diterima hanya kecil, tetapi mudah-mudahan bermanfaat," kata dia.

Ia mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap berbagai resiko terjadinya bencana karena kondisi wilayah. Kabupaten Gunung Kidul menjadi salah satu daerah yang rawan terjadi bencana alam, seperti angin kencang, tanah longsor, banjir dan yang lain.

"Pada Februari ini curah hujan masih tinggi, sehingga kesiapsiagaan masyarakat masih tetap diperlukan," katanya.

(KR-STR)

Editor: Mamiek
COPYRIGHT © 2014

Komentar Pembaca
Kirim Komentar