Kulon Progo (Antara Jogja) - Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyatakan 60 persen nonkader mendominasi pencalonan anggota legislatif Pemilu 2014.

Ketua Tim 6 Penjaringan dan Panyaringan Calon Legislatif (Caleg) DPC PDI Perjuangan Kulon Progo Istono di Kulon Progo, Rabu, mengatakan 60 persen dari 42 caleg merupakan nonkader yang berasal dari sejumlah golongan, tokoh masyarakat, dan kepala desa.

"Sementara 25 persen di antaranya dari kader internal dan 15 persen caleg petahan yang saat ini duduk di DPRD Kulon Progo. Kami tidak bisa memaksa kader PDIP untuk mencalonkan diri dalam Pemilu 2014," kata Istono.

Ia mengatakan, jumlah caleg yang telah mengambil dan mengembalikan formulir pencalonan sebanyak 42 orang. Saat ini, PDIP Kulon Progo sedang melakukan verifikasi berkas caleg sementara yang sudah masuk.

Dia mengatakan, caleg internal PDIP yang maju dalam Pemilu merupakan kader yang memiliki jabatan struktural partai. Sebab, loyalitas dan jabatan partai masuk dalam penilaian.

"Kami dalam penentuan caleg sementara perpedoman pada Surat Keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan Nomor 061 tentang pencalonan anggota legislatif," katanya.

Ia mengatakan, DPC PDIP Kulon Progo mentargetkan perolehan kursi DPRD II sebanyak 15 kursi. Pada Pemilu 2009, PDIP Kulon Progo memperoleh kursi sebanyak enam kursi.

"Kami terus berusaha meningkatkan perolehan kursi di DPRD Kulon Progo. Target realitisnya 12 kursi atau setiap kecamatan satu kursi. Tapi, kami optimistis kami dapat memperoleh 15 kursi," katanya.

Terkait biaya Pemilu, kata dia, DPC PDIP Kulon Progo tidak melakukan pemungutan biaya apapun kepada caleg. Sebab, DPIP ingin mengajarkan bahwa demokrasi itu murah dan tidak ada politik uang.

"Sepeser pun, PDIP Kulon Progo tidak melakukan pemungutan biaya. Namun, untuk kampenye, kami persilakan kepada masing-masing caleg," katanya.

(KR-STR)

Editor: Mamiek
COPYRIGHT © 2014

Komentar Pembaca
Kirim Komentar