Jakarta (Antara Jogja) - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Taufiq Kiemas menegaskan meskipun banyak persoalan, namun masyarakat Indonesia sepakat untuk tetap mentaati jadwal pemilihan umum yang akan berlangsung pada tahun 2014.

"Kami sepakat untuk taat dengan jadwal demokrasi. Saya kira yang penting semua anggota parlemen (elit politik) tetap setia dengan jadwal demokrasi. Sehingga pemilu tetap diselenggarakan pada 2014," kata Ketua MPR Taufiq Kiemas saat menerima delegasi parlemen Australia di Senayan Jakarta, Senin.

Delegasi parlemen Australia berjumlah enam orang dipimpin Alex Galladh membicarakan hubungan bilateral kedua negara.

Saat menerima delegasi parlemen Australia, Ketua MPR Taufiq Kiemas didampingi wakil ketua MPR Hajriyanto Y Thohari, Melani Leimena dan Ahmad Farhan Hamid.

Diskusi juga menyangkut perkembangan demokrasi di Indonesia serta prediksi Pemilu 2014 di Indonesia.

Taufiq Kiemas berharap Pemilu 2014 akan berjalan lebih baik dibanding pemilu sebelumnya.

"Mudah-mudahan Pemilu 2014 nanti, lebih baik lagi karena ini juga berpengaruh bagi negara tetangga seperti Australia," ucap Taufiq Kiemas, berharap.

Lebih lanjut Taufiq menjelaskan meskipun terjadi beberapa kendala, namun apapun demokrasi harus tetap dijalankan dengan perbaikan-perbaikan.

"Tantangan memang banyak tetapi tetap harus dihadapi dan demokrasi tetap harus dijalankan, meskipun memang harus terus dilakukan perbaikan-perbaikan," tutur Taufiq.

Sementara Alex Galladh menyatakan bahwa Australia dan warganya merasa begitu dekat dengan Indonesia, karena itu apapun yang terjadi di Indonesia akan sangat berpengaruh. Australia tambah Galladh melihat Indonesia saat ini sudah merupakan negara demokrasi yang sangat kuat.

Galladh juga mempertanyakan siapa yang akan menjadi pemimpin Indonesia ke depan, tentu akan memiliki pengaruh kepada Australia.

Perbincangan antara ke dua delegasi berlangsung lebih dari satu jam dan selain membicarakan masalah politik, juga disinggung soal pendidikan, perdagangan dan hubungan sosial budaya antarkedua negara.
(J004)

Editor: Heru Jarot Cahyono
COPYRIGHT © 2014

Komentar Pembaca
Kirim Komentar