Yogyakarta (Antara Jogja) - Pendaftaran siswa baru untuk kelas khusus olahraga di SMP Negeri 13 dan SMA Negeri 4 Yogyakarta akan dilakukan lebih awal bila dibanding pendaftaran siswa baru kelas reguler dengan sistem "real time online".

"Pendaftaran siswa baru untuk kelas khusus olahraga (KKO) memang dilakukan lebih cepat karena apabila ada siswa yang tidak lolos, masih bisa mendaftar melalui `real time online`," kata Kepala Kantor Kesatuan Bangsa Pemerintah Kota Yogyakarta Sukamto di Yogyakarta, Jumat.

Pendaftaran untuk siswa kelas khusus olahraga di SMP Negeri 13 Yogyakarta akan dilakukan pada 7-11 Juni dan pengumuman pada 22 Juni, sedang untuk SMA Negeri 4 Yogyakarta dilakukan pada 3-5 Juni dengan pengumuman hasil seleksi pada 17 Juni.

Jumlah siswa yang akan diterima di SMP maupun SMA hanya satu kelas, yaitu 34 anak.

Sejumlah syarat yang harus dipenuhi oleh pendaftar, yaitu tercatat sebagai warga Kota Yogyakarta yang dibuktikan dengan kartu keluarga, dan memiliki prestasi olah raga minimal di tingkat kota/kabupaten.

"Semua pendaftar yang memiliki prestasi di cabang olahraga apapun, bisa mendaftar di SMP 13 atau SMA 4. Tidak ada pembatasan cabang olah raga bagi siswa yang akan bersekolah," katanya.

Ia berharap, pendaftar untuk kelas khusus olahraga tersebut bisa semakin meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun lalu, pendaftar di SMP Negeri 13 untuk kelas khusus olahraga mencapai 155 siswa.

"Seluruh siswa akan menjalani seleksi sesuai kemampuan olah raga masing-masing. Kami bekerja sama dengan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)," katanya.

Selain itu, siswa yang nantinya telah diterima bersekolah juga akan diwajibkan untuk membuat surat pernyataan sanggup dikeluarkan apabila menolak mewakili Kota Yogyakarta di ajang olah raga.

"Tahun ini, adalah tahun pertama kelulusan siswa kelas khusus olahraga. Meskipun harus melakukan usaha yang lebih keras, namun akhirnya semua siswa bisa lulus," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Edy Heri Suasana mengatakan, pendaftaran siswa baru untuk jenjasng SD,SMP dan SMA/SMK akan dilakukan mulai akhir Juni hingga awal Juli.

"Tahun ini, akan diterapkan standar minimal pendidikan yaitu setiap kelas maksimal diisi 32 siswa," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Edy Heri Suasana.
(E013)

Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © 2014

Komentar Pembaca
Kirim Komentar