Bantul (Antara Jogja) - Kantor Pos Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan mengatur jadwal pencairan bantuan langsung sementara masyarakat kepada warga setempat di tiap pedukuhan.

"Masing-masing pedukuhan di tiap kecamatan akan diatur jam pencairannya agar tidak terjadi kesalahan dalam pembayaran sekaligus menghindari antrean," kata Manajer Pelayanan Kantor Pos Bantul, Eka Prayudi di Bantul, Selasa.

Menurut dia, pengaturan jadwal pencairan bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) karena berdasar pengalaman 2008 atau pencairan bantuan langsung tunai (BLT) upaya tersebut efektif mengurangi antrean hingga berakibat semrawut.

Ia menambahkan, bahkan di masing-masing kantor pos tiap perwakilan kecamatan di 17 unit diminta untuk membuka dua loket dalam pencairan BLSM kepada masyarakat, namun jika dirasa kurang pihaknya akan menyesuaikan.

"Kami berharap dalam satu jam tiap petugas bisa melayani sekitar 100 pencairan, untuk maksimalkan pelayanan jika memungkinkan akan dibuka hingga pukul 17.00 WIB," katanya.

Sementara itu, menurut dia jumlah penerima BLSM di Bantul sebanyak 88.611 kepala keluarga (KK) yang tersebar di 17 kecamatan, meski demikian hingga saat ini pihaknya juga belum menerima kartu perlindungan sosial (KPS) dari pemerintah pusat.

KPS tersebut, kata dia merupakan persyaratan pencairan BLSM oleh masyarakat penerima bantuan, sehingga sebelum proses pencairan dilakukan pihaknya terlebih dulu akan mendistribusikan kartu kepada calon penerima jika kartu sudah diterima.

"Menurut informasi terakhir yang kami terima, KPS akan sampai di Bantul dalam satu dua hari ke depan. Paling lambat lusa KPS sudah sampai untuk kemudian didistribusikan melalui kelurahan," katanya.

Ia berharap, masing-masing kelurahan diminta untuk mendistribusikan KPS segera setelah diterima agar bantuan bagi masyarakat miskin sebagai subsidi atas kenaikan harga BBM tersebut bisa dicairkan mulai Juli mendatang.

"Besaran dana BLSM sebesar Rp150.000 per bulan, namun akan diberikan tiap dua bulan sekali dengan besaran Rp300.000. Untuk tahap pertama pada bulan Agustus dan September sementara tahap kedua bulan Oktober dan November," katanya.

(KR-HRI)

Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © 2014

Komentar Pembaca
Kirim Komentar