Kulon Progo (Antara Jogja) - Kalangan petani di Desa Ngestiharjo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menggunakan teknologi kotak lampu terang guna mengatasi serangan sundep (hama tanaman padi berupa ulat kupu-kupu).

Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) pendamping petani Kecamatan Wates dan Panjatan, Sapta Dalyana, di Kulon Progo, dua kecamatan ini merupakan kawasan endemik serangan sundep yang mengakibatkan hasil panen kurang memuaskan.

"Melihat kondisi itu, kemudian petani secara swadaya membuat perangkat berbentuk kotak dengan lampu terang di atasnya. Alat digunakan untuk menangkap serangga dan mengendalikan jumlah telurnya," kata Sapta.

Ia mengatakan bahwa alat itu mampu menekan angka populasi sundep yang cukup signifikan. Saat ini, di wilayah persawahan Ngestiharjo terdapat tiga unit yang dipasang di area persawahan setempat.

Satu unit, kata dia, mampu mengendalikan sundep pada luasan 5--10 hektare.

"Alat ini cukup efektif untuk mengendalikan hama pengisap budah dan pengerek batang itu," kata dia.

Cara kerja alat tersebut, kata Sapta, sangat menarik perhatian sundep dan jenis serangga lainnya karena ada lampu terang di bagian atas. Serangga kemudian akan mengerubungi lampu dan saling berjatuhan ke dalam wadah yang tertutup di dalam alat tersebut hingga tak bisa keluar lagi.

"Alat sudah dipasang sejak enam bulan terakhir. Kalangan petani mengoperasikannya sejak pukul 18.00 WIB hingga menjelang pagi setiap hari," kata dia.

Seorang petani setempat, Aminan mengatakan bahwa sundep kerap muncul pada setiap musim tanam dan mematikan tanaman padi yang ada di persawahan itu. Akibatnya, sebagian besar tanaman yang ada di lahan seluas 112 hektare di Ngestiharjo itu rusak dan petani gagal panen.

(KR-STR)

Editor: Mamiek
COPYRIGHT © 2014

Komentar Pembaca
Kirim Komentar