Jakarta (Antara Jogja) - Perseroan Terbatas Pertamina akan mulai memasang alat pengendali pemakaian bahan bakar minyak bersubsidi di kendaraan pada akhir Agutus 2013.


Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya di Jakarta, Senin, mengatakan alat pengendali akan mulai dipasang di mobil terutama di wilayang Jawa, Kalimantan, dan Sumatera Selatan.


"Pekerjaan besar pengendalian BBM adalah memasang alatnya di kendaraan. Kami akan maksimalkan dahulu di mobil sekitar 10 hari setelah Lebaran," katanya.


Menurut dia, saat ini, pihaknya sebenarnya sudah memasang alat pengendali di kendaraan. Namun, memang masih terbatas.


Alat pengendali BBM baru terpasang sebagian di kendaraan milik Pemerintah dan BUMN.


Hanung mengatakan pemasangan alat pengendali di kendaraan secara penuh kemungkinan bisa dilakukan pertama kali di Kalimantan. "Kalimantan merupakan wilayah atau pulau yang terisolasi sehingga lebih mudah dilakukan," katanya.


Sementara itu, di wilayah Jawa, akan cukup memakan waktu  mengingat pergerakan kendaraan antarpulau yang relatif cukup tinggi.


Kendati demikian, lanjut dia, pemasangan alat pengendali di Kalimantan akan bisa menekan pemakaian BBM, khususnya solar secara efektif, dikarenakan indikasi penyelewengan bahan bakar tersebut ke industri pertambangan dan perkebunan yang relatif cukup tinggi.


Di sisi lain, Hanung menambahkan, pemasangan alat pengendali di SPBU juga masih berjalan. "Memang agak mundur," katanya.


Menurut dia, dari target pemasangan di 276 unit SPBU di wilayah Jabodetabek, pihaknya sudah memasang di 150 unit hingga pertengahan Juli 2013.


"Kami targetkan pertengahan Agustus semua alat pengendali sudah berfungsi di 276 SPBU," ujarnya.


Secara total, pemasangan alat pengendali akan dilakukan di 5.027 SPBU dan 100 juta kendaraan yang terdiri atas 11 juta mobil penumpang, 80 juta motor, tiga juta bus, dan enam juta truk.


Pertamina sudah menetapkan PT INTI sebagai pihak yang memasang alat pengendali.


(K007)

Editor: Masduki Attamami
COPYRIGHT © 2014

Komentar Pembaca
Kirim Komentar