Popok sekali pakai jadi temuan terbanyak Ulu-ulu

id sampah sungai

Popok sekali pakai jadi temuan terbanyak Ulu-ulu

Ilustrasi tumpukan sampah di sungai (antaranews.com)

Yogyakarta, (Antara Jogja) - Popok bayi sekali pakai menjadi temuan terbanyak Ulu-Ulu atau petugas pembersih sungai di Kota Yogyakarta dibanding sampah lain yang dibuang ke sungai oleh masyarakat.

"Paling banyak memang popok bayi sekali pakai. Setiap hari, ada saja temuan popok bayi sekali pakai yang dibuang begitu saja ke sungai," kata Kepala Sub Bidang Pemulihan Lingkungan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Yogyakarta Peter Lawoasal di Yogyakarta, Selasa.

BLH memiliki 35 Ulu-Ulu sungai yang bertugas membersihkan empat sungai besar di Kota Yogyakarta yaitu 14 petugas di Sungai Code, tujuh petugas di Sungai Gajah Wong, sembilan petugas di Sungai Winongo dan lima petugas di Sungai Manunggal.

Pembersihan dilakukan setiap hari oleh setiap petugas dan seluruh petugas rutin melakukan pembersihan sungai secara bersama-sama dua kali dalam satu pekan yaitu pada Selasa dan Kamis.

Sampah yang berhasil diangkat dari sungai rata-rata mencapai 21 karung tiap dua kilometer. Temuan sampah terbanyak berasal dari Sungai Code, Gajah Wong dan Winongo.

"Sampah tersebut rata-rata dibuang oleh warga yang tinggal di bantaran sungai. Selain membersihkan sungai, Ulu-Ulu diminta memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai," katanya.

Peter mengingatkan, sungai yang dipenuhi sampah akan menimbulkan pencemaran dan bisa menimbulkan luapan air sungai saat musim hujan sehingga yang dirugikan adalah masyarakat yang tinggal di bantaran sungai itu sendiri.

"Kami berharap, masyarakat memiliki kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan karena mereka yang nantinya akan merasakan dampaknya," katanya.

Pada tahun depan, BLH Kota Yogyakarta berencana menambah Ulu-Ulu sungai sebanyak lima orang sehingga akan ada 40 petugas pembersih sungai.

Saat ini, setiap petugas memperoleh upah Rp45.000 tiap kali membersihkan sungai. Upah untuk petugas akan disesuaikan dengan upah minimum kota (UMK) tahun depan.

"Kami juga akan melengkapi petugas dengan jala karena sebentar lagi memasuki musim hujan agar lebih banyak sampah yang bisa diangkat dari sungai," katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta Agus Winarto, sungai di Yogyakarta rawan mengalami luapan saat musim hujan.

"Tiga sungai besar yang melintasi Kota Yogyakarta semuanya rawan meluap saat musim hujan, baik itu Code, Gajah Wong dan Winongo. Warga di sepanjang bantaran harus terus meningkatkan kewaspadaan dan melakukan berbagai antisipasi sedini mungkin, seperti tidak membuang sampah ke sungai," katanya.***3***

(E013)

Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2024