Selasa, 25 Juli 2017

Sebagian lahan bawang di Bantul terendam banjir

id Bawang merah
Sebagian lahan bawang di Bantul terendam banjir
Petani bawang merah di Dusun Baros, Tirtohargo, Kabupaten Bantul, DIY panen cepat karena lahan mereka terendam air. (Foto ANTARA/Sidik)
Bantul, (Antara Jogja) - Sebagian lahan bawang merah berada di Desa Parangtritis, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta terendam banjir akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu (18/3).

Salah seorang petani bawang merah Duwuran Desa Parangtritis, Nukisam di Bantul Senin mengatakan air yang merendam tanaman bawang yang digarapnya itu ketinggiannya 30 sampai 60 sentimeter.

"Padahal tanaman bawang merah ini usianya belum genap sebulan, karena saya tanam pada 1 Maret 2017. Kondisi ini sering terjadi ketika musim hujan berlangsung," katanya.

Menurut dia, penyebab lahan terendam itu karena air tidak dapat mengalir keluar dari lahan akibat minimnya saluran irigasi, sebab hanya terdapat satu saluran besar, padahal idealnya dibutuhkan tiga saluran besar untuk mengantisipasi kejadian ini terulang terus-menerus.

Ia mengatakan bahkan pada musim tanam sebelumnya air yang merendam lahan bawang merah di kawasan ini bisa lebih tinggi dari 60 sentimeter.

"Tidak ada yang bisa dilakukan, selain menunggu air surut, bawang merah juga tinggal menunggu busuk saja, sudah tidak bisa diapa-apain lagi," katanya.

Menurut dia bawang merah yang sudah terendam air tidak dapat terselamatkan lagi meskipun dicoba memberikan obat-obatan, sehingga akibat kejadian tersebut dia mengaku mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.

Sementara itu, Pengurus Kelompok Tani Ngudi Makmur Desa Parangtritis Tukimin mengatakan, curah hujan yang cukup tinggi mengakibatkan air dari bukit-bukit di Desa Parangtritis mengalir deras, hingga drainase tidak mampu menampung.

Ia mengatakan akibatnya luapan air meluber ke areal persawahan dan tanaman petani, bahkan bawang merah yang masih berumur 15 hari tersebut mulai layu, sejumlah di antaranya bahkan sudah nampak membusuk.

Tukimin memperkirakan ada lahan pertanian seluas 15 sampai 20 hektare di daerah itu yang terendam air usai hujan deras pada Sabtu (18/3) malam hingga Minggu (19/3) pagi, dan dipastikan mengalami gagal panen terutama yang tergenang dalam waktu lama.

"Kalau nilai kerugian petani diperkirakan mencapai Rp200 juta. Saya sendiri merugi sekitar Rp25 juta, dari lahan seluas 4.000 meter persegi," katanya.***3***

(KR-HRI)

Editor: Victorianus Sat Pranyoto

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga