Kamis, 17 Agustus 2017

Bantul pastikan stok cabai untuk Ramadhan mencukupi

id cabai
Bantul pastikan stok cabai untuk Ramadhan mencukupi
ilustrasi (Foto ANTARA)
Bantul (Antara Jogja) - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta memastikan stok cabai daerah ini untuk kebutuhan masyarakat selama Ramadhan hingga Idul Fitri 1438 Hijriah mencukupi.

"Untuk stok cabai bulan puasa sampai Lebaran sudah saya antisipasi dengan gerakan penanaman cabai di Maret lalu," kata Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul Pulung Haryadi di Bantul, Jumat.

Menurut dia, gerakan tanam cabai yang diarahkan pada lahan pekarangan di wilayah Sewon itu akan memasuki panen pada Juni sampai Juli, sehingga stok cabai daerah itu tersedia selama dua bulan tersebut.

Ia mengatakan ada sekitar 10 ribu bibit tanaman cabai yang dibagikan kepada ibu-ibu PKK oleh instansinya dalam program tanam cabai itu, kemudian juga ada dari Balai Pengkajian dan Teknologi Pertanian (BPTP) DIY sebanyak sekitar 8.000 bibit.

"Kira-kira cabai yang ditanam bisa mencapai 50 hektare yang dipanen sampai Agustus, sehingga sampai sehabis Lebaran kita punya cabai banyak, sehingga harapannya tidak ada kelangkaan," katanya.

Selain cabai hasil gerakan tanam cabai lahan pekarangan itu, kata dia, posisi tanam cabai di lahan pertanian pada musim ini bisa mencapai seluas 80 hektare, sehingga hasil panenan bisa mendukung ketersediaan atau stok cabai saat puasa dan Lebaran.

"Kira-kira 80 hektare bisa dipanen nanti, jadi di lahan pekarangan ada, di sawah juga ada. Jangan sampai ada kelangkaan tapi juga jangan sampai kelebihan, karena harganya malah jadi murah," katanya.

Sementara itu, kata dia, terkait dengan perlakuan tanaman agar produksinya maksimal dan sehat, pihaknya mendorong petani setempat mengurangi penggunaan pestisida kimia dan mulai beralih dengan cara tradisional ketika perawatan tanam.

"Kalau pun harus pakai itu yang pestisida hayati, karena kalau kimia kan dibawa sampai konsumsi. Jadi saya maunya pangan di Bantul pangan yang sehat, jangan sampai pangan yang mengandung pestisida," katanya.
KR-HRI

Editor: Nusarina Yuliastuti

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga