Selasa, 25 Juli 2017

Gubernur Lemhanas: Indonesia masih transisi demokrasi

id Indonesia masih transisi demokrasi
Gubernur Lemhanas: Indonesia masih transisi demokrasi
Gubernur_Lemhannas_Agus_Widjojo. (Istw.Wikipedia.org)
Jakarta (Antara) - Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo mengatakan, saat ini Indonesia masih dalam proses transisi berdemokrasi, sehingga masih banyak yang mencari penyelesaian masalah di luar prinsip dan konsep sebuah negara demokrasi.

"Kita belum selesai melaksanakan transisi demokrasi. Kita akan selesai apabila semua warga percaya pada demokrasi. Di masyarakat kita masih terlalu banyak yang ingin mencari penyelesaian di luar demokrasi," kata Agus di sela-sela Jakarta Geopolitical Forum yang digelar Lemhannas, di Jakarta, Jumat.

Oleh karena itu, tidak heran bila hingga saat ini bangsa Indonesia juga masih menemui berbagai hambatan dalam proses kehidupan berdemokrasi.

Proses transisi demokrasi yang tengah diperjuangkan, sedikit banyak juga sangat dipengaruhi oleh keadaan dan tekanan geopolitik global. Di mana, banyak pengaruh dari luar yang mencoba masuk dan mengubah konsep strategis Indonesia sebagai sebuah negara demokrasi.

Menurut dia, geopolitik merupakan sesuatu yang menghubungkan kondisi internal sebuah negara dengan kondisi eksternal. Oleh karena itu, perlu untuk mengikuti "strategic culture" dari yang sebelumnya lebih berorientasi ke dalam, menjadi "strategic culture" yang lebih ke luar.

"Jika terlalu berorientasi ke dalam, kita mudah terjebak dalam teori konspirasi. Sebaliknya, jika terlalu melihat keluar, akan ada pengaruh dari sumber-sumber gagasan luar yang masuk ke dalam negeri," ucapnya.

Oleh karena itu, tambah dia, bangsa Indonesia harus mengimbangi dengan melakukan inventarisasi apa saja kekuatan dan kelemahan Indonesia agar berbagai pengaruh geopolitik global yang tidak sesuai dengan tujuan nasional dan konsesus kebangsaan bisa ditangkal.
***2***(S037)

Editor: Agus Priyanto

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga