Sabtu, 23 September 2017

Gunung Kidul selesaikan laporan penggunaan DD 2017

id gunung kidul
Gunung Kidul selesaikan laporan penggunaan DD 2017
Gunung Kidul Handayani (Foto Antara)
Gunung Kidul (Antara Jogja) - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, sudah menyelesaikan laporan penggunaan anggaran Dana Desa 2017 untuk termin pertama.

Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat DP3AKBPMD Kabupaten Gunung Kidul Subiantoro?di Gunung Kidul, Sabtu, mengatakan, selesainya laporan penggunaan Dana Desa tahap pertama, diharapkan bisa segera mencairkan anggaran DD termin kedua.

"Semua pelaporannya, tinggal realisasi pencairan tahap kedua," kata Subintoro.

Dia mengatakan, dengan selesainya laporan Dana Desa 2017 termin pertama, maka seluruh desa bisa mencairkan anggaran DD tahap kedua. Namun demikian, harus dilakukan verifikasi dan validasi terhadap pelaporan yang dilakukan oleh KPPN Gunung Kidul. Hal ini untuk mengetahui laporan yang masuk sudah sesuai dengan aturan atau belum.

"Kalau semua sudah beres, maka termin kedua bisa langsung dicairkan," katanya.

Subiantoro mengatakan desa tidak bisa mencairkan langsung dana tahap kedua, sejumlah persyaratan di antaranya, pencairan termin pertama mencapai 75 persen dan realisasi fisik minimal 50 persen.

"Pencairannya hanya dilakukan kepada desa yang sudah memenuhi persyaratan. Sebab jika belum, maka dana tersebut akan ditahan," katanya.

Sementara Kepala Desa Karangmojo Supriyo mengatakan selain untuk membangun infrastruktur desa, Dana Desa 2017 juga dianggarkan untuk jambanisasi. Tahun ini ada 90 jamban untuk 90 KK. Wilayah Desa Karangmojo terbilang luas karena terdiri dari 16 dusun yang terbagi di dalam 66 rukun tetangga (RT). Total penduduk di desa tersebut sekitar 8.000 jiwa yang terbagi sekitar 3.200 kepala keluarga (KK). Dana Desa 2017 yang diperoleh desa tersebut sebesar Rp963 juta.

Perolehan ini lebih besar karena pada 2016 memperoleh DD Rp750 juta. "Ada sekitar 640 KK yang belum memiliki jamban. Selain itu, untuk pembangunan wisata kolam renang," katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Pacarejo, Semanu, Suhadi mengatakan realisasi termin pertama mencapai 85 persen. Anggaran ini digunakan untuk pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat.

"Kami berharap bisa segera dicairkan karena untuk melanjutkan program pembangunan yang telah direncanakan," katanya. KR-STR

Editor: Nusarina Yuliastuti

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga