Sabtu, 23 September 2017

PSEK UGM berupaya angkat potensi daerah

id ekonomi kerakyatan
PSEK UGM berupaya angkat potensi daerah
Peneliti PSEK UGM Puthut Indroyono (kiri) dan penulis buku "Investasi Hati Ni Putu Eka Wiryastuti" Aprilia Hariani. (Foto istimewa)
Yogyakarta (Antara Jogja) - Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta terus berupaya mendorong hadirnya wacana dan diskusi yang mengangkat potensi daerah.

"Salah satu yang dijalankan adalah menghadirkan sosok tokoh dari daerah yang bisa menginspirasi," kata peneliti Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan (PSEK) Universitas Gadjah Mada (UGM) Puthut Indroyono di Yogyakarta, Selasa.

Menurut dia, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, salah satu sosok yang layak untuk mendapatkan sorotan bersama dengan beragam kebijakan yang telah dijalankan selama memimpin kabupaten di Provinsi Bali itu.

"Saat ini banyak perempuan di daerah yang mempunyai prestasi. Selama ini tidak banyak dibicarakan, apa `best practice` dari daerah," katanya.

Oleh karena itu, PSEK UGM akan menyelenggarakan diskusi ekonomi kerakyatan dan peluncuran buku "Investasi Hati Ni Putu Eka Wiryastuti" karya Aprilia Hariani di University Club (UC) UGM Yogyakarta pada 14 September 2017.

"Kegiatan itu bertujuan mendiskusikan praktik inovasi pembangunan di Tabanan dalam mewujudkan perekonomian berlandaskan ideologi Pancasila. Selain itu juga mengkaji praktik yang dijalankan daerah dalam pengembangan potensi lokal," katanya.

Ia mengatakan PSEK UGM ingin mendiskusikan "best practice" di daerah-daerah, salah satunya Eka Wiryastuti yang berhasil mengembangkan potensi ekonomi, sosial, dan budaya masyarakat Tabanan.

"Melalui diskusi yang menghadirkan pakar ekonomi, dosen, peneliti, pengamat, dan aktivis LSM itu buku yang ditulis Aprilia Hariani diharapkan dapat menjadi pemantik wacana dan menjadi rujukan kebijakan di daerah lain," kata Puthut.

Aprilia Hariani mengatakan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti memiliki berbagai terobosan dan program ekonomi kerakyatan berbasis kearifan lokal.

"Perempuan itu dinilai berhasil mengajak rakyat di desa-desa Tabanan untuk berpartisipasi dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah melalui pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang disinergikan dengan BUMD," katanya.

Atas gagasan tersebut, menurut dia, Kabupaten Tabanan meraih penghargaan "Inewsmaker Award" pada 2016.

"Belajar dari pengalaman Eka Wiryastuti itu diharapkan mampu memberikan inspirasi dalam upaya pembangunan bangsa di daerah-daerah lain," katanya.

Diskusi itu menghadirkan sejumlah pembicara, antara lain sosiolog UGM Arie Sujito, Direktur Indef Enny Sri Hartati, Pustek UGM Dumairy, IDEA Wasingatu Zakiyah, Rektor Universitas Janabadra Cungki Kusdarjito, dan Direktur IRE DIY Sunaji Zamroni.

Diskusi yang akan dibuka Rektor UGM Panut Mulyono itu, dimeriahkan dengan pentas Tari "Sekar Pudyastuti" dari Yogyakarta dan Tari "Bungan Sandat Serasi" oleh seniman dari Bali. 

(U.B015)
































































































































Editor: Bambang Sutopo Hadi

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga