Dahlan : "Geomembrane" tingkatkan produksi garam 40 persen

Jakarta (ANTARA Jogja) - Menteri BUMN Dahlan Iskan mengungkapkan penerapan teknologi "membrane" yang dilakukan PT Garam Persero berpotensi meningkatkan produksi garamnya sekitar 40 persen.

"Dengan memasang 'geomembrane', maka kualitas garam yang dihasilkan dengan kualitas terbaik," kata Dahlan di Jakarta, Jumat.

Ia menambahkan, seluruh lahan yang dimiliki PT Garam di Madura, Jawa Timur, direncanakan akan menggunakan "geomembrane" agar menghasilkan kualitas yang terbaik. Untuk merealisasikannya, perseroan diizinkan untuk menandatangani fasilitas kredit dengan BUMN bank.

"Dia kekurangan dana. Langsung pinjam uang dari bank BUMN dan paling tidak dua tahun sudah balik modal," tuturnya.

Saat ini, PT Garam sudah mencoba "geomembrane" di tiga lokasi, yakni Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. Di lahan Sampang, "geomembrane" dipasang di areal seluas 30 hektar. Dengan "geomembrane", tidak ada lagi garam yang berkualitas dua atau kualitas tiga.

"Semuanya sudah kualitas satu. Bahkan dengan 'geomembrane' ini, PT Garam sudah mulai bisa menghasilkan garam pada Mei 2013. Sementara tanpa 'geomembrane', panen pertama baru terjadi di bulan Juli 2013," ungkapnya.

Ia menceritakan, geomembrane seperti lembaran plastik tipis yang sangat lebar, selebar petak-petak ladang garam. Ukurannya sekitar 30 x 60 meter. Lembaran "membrane" tersebut dihampar di dasar ladang seperti tambak udang. Lalu air laut yang akan dijadikan garam dialirkan ke petak tersebut.

"Dalam waktu lima hari, kristal-kristal garamnya sudah mulai terlihat dan mulai mengendap," ceritanya.

Untuk itu, PT Garam harus menggunakan "geomembrane" 100 persen tahun depan. Dengan "geomembrane" proses peningkatan suhu air laut memang bisa lebih cepat. Air laut yang disedot dan dimasukkan ke ladang garam suhunya hanya 3 derajat.

Saat ini, kualitas produksi garam nasional terbagi atas beberapa tingkatan, yakni garam berteknologi "geomembrane" (garam geo) dengan kualitas terbaik, garam premium, garam putih super, garam kualitas 1 (K1), garam kualitas 2 (K2), dan garam K3.

(KR-SSB)