Dosen diharapkan tingkatkan penelitian

Jogja (Antara Jogja) - Dosen diharapkan turut membangun budaya akademis yang positif dengan meningkatkan kompetensinya dalam melakukan penelitian dan menulis jurnal ilmiah, kata Rektor Universitas Islam Indonesia Yogyakarta Edy Suandi Hamid.

"Dosen harus banyak melakukan penelitian dan menyampaikan hasilnya kepada mahasiswa. Dosen jangan hanya mengajar dengan materi yang berasal dari buku," katanya di Yogyakarta, Senin.

Selain itu, kata dia, dosen juga harus selalu datang tepat waktu dan efisien dalam menggunakan sumber daya di kampus, sehingga terbangun budaya akademis yang positif di lingkungan universitas.

"Jadi, ada dua aspek yang ditekankan yakni kedisiplinan dan efisiensi yang merupakan kompetensi dasar yang harus dikuasai para dosen," kata Edy yang juga Ketua Umum Asosiasi Perguruan TInggi Swasta Indonesia (Aptisi).

Ia mengatakan dosen merupakan salah satu profesi dalam dunia pendidikan yang mencurahkan kemampuannya untuk mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan kepada masyarakat.

Keberadaan dosen bagi perguruan tinggi, kata dia, memegang peranan penting sebagai roda penggerak kehidupan akademis di kampus. Oleh karena itu, UII selalu menaruh perhatian dalam upaya meningkatkan dan memperbaiki kompetensi akademis yang dimiliki oleh para dosennya.

"Hal itu penting karena salah satu komponen penting untuk menuju `Excellent Teaching University` pada 2014-2018 adalah dukungan sumber daya manusia yang unggul dan berkompeten," katanya.

Berkaitan dengan hal itu, menurut dia, UII melalui Badan Pengembangan Akademik (BPA) secara periodik menyelenggarakan pelatihan pembelajaran (pedagogik) yang diikuti para dosen dari berbagai fakultas.

"Selain bertujuan meningkatkan kompetensi pengajaran para dosen, pelatihan itu juga diharapkan dapat memantapkan upaya UII menuju `Excellent Teaching University`," katanya.

Kepala BPA UII Sugini mengatakan para dosen di UII hendaknya semakin terpacu untuk meningkatkan kompetensi pengajarannya mengingat kualifikasi kompetensi dosen ke depan semakin ketat.

"Oleh karena itu, pelatihan tersebut diharapkan benar-benar dimanfaatkan oleh para dosen untuk menambah ilmu dan wawasan sehingga kemampuan pengajaran semakin meningkat baik dari segi kognitif, afektif maupun psikomotorik," katanya.

(B015)