Kali Resik... Atine Apik dari masyarakat Kasongan

id kasongan, yogyakarta, sungai bedog, bersih sungai

Bantul, Yogyakarta (ANTARA News) - Masyarakat Kasongan, Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, melakukan kerja bakti massal membersihkan Sungai Bedog yang mengalir di kawasan itu, Minggu.

"Kegiatan ini dalam rangka menyambut Kasongan Art Festival suatu pameran karya seniman dengan media bambu pada 18 Desember 2011 di bantaran Sungai Bedog," kata Ketua Panitia Festival, Timbul Raharjo, di Bantul, Minggu.

Menurut dia, kerja bakti massal bertajuk Kali Resik...Atine Apik (sungai bersih..hati tentram) yang dimulai pukul 08.00 - 10.00 WIB itu mendapat dukungan dari anggota Polri/TNI setempat, perangkat desa dan masyarakat serta perajin setempat.

"Dengan menggunakan rakit bambu masyarakat dan perajin di bantu jajaran TNI/Polri setempat membersihkan sampah maupun limbah rumah tangga yang ada di sepanjang kurang lebih tiga kilometer di Sungai Bedog Kasongan," katanya.

Menurut dia, kegiatan tersebut selain untuk menyambut pembukaan Kasongan Art Festival pada 18 Desember 2011 juga bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta masyarakat dan berbagai pihak terhadap lingkungan terutama sungai.

"Untuk itu agar sungai tetap terjaga kebersihan panitia dan muspika juga mengingatkan warga yang tinggal di sekitar sungai untuk memasang rambu-rambu atau spanduk kampanye bersih sungai," katanya.

Menurut dia, Kasongan adalah salah satu daerah di Bantul yang dikenal dengan sentra kerajinan geragah dan keramik, dan telah menjadi salah satu tujuan wisatawan domestik maupun mancanegara dan bahkan menyerap ribuan tenaga kerja.

Ia mengatakan kebetulan sentra seni kerajinan itu dilalui Sungai Bedog, sungai yang indah, namun kini telah rusak seiring dengan perubahan perilaku manusia yang sembarangan membuang sampah di sungai itu.

"Dulu Sungai Bedog berperan terhadap masyarakat setempat karena dapat dimanfaatkan warga untuk aktifitas rumah tangga, mandi, mencuci. Namun kenyataan sekarang, sungai telah rusak karena limbah dan sampah yang dibuang di sungai," katanya.

Oleh sebab itu, kata dia festival yang akan digelar selama sebulan mulai 18 Desember 2011-18 Januari 2012 itu selain mempromosikan hasil kerajinan, pameran dan pertunjukan seni budaya, juga sekaligus upaya mengajak masyarakat menjaga kebersihan sungai.

"Melalui pameran itu kita ingin mengajak pemerhati lingkungan dan seni budaya untuk berpartisipasi dalam mengingatkan masyarakat akan pentingnya sungai serta mengajak masyrakat sadar tentang kondisi sungai," katanya. (ANT-068)

Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar