Malioboro Yogyakarta dipadati wisatawan

id kawasan malioboro dipadati wisatawan

ilustrasi lalin jalan malioboro/Noveradika (antara dok)

Jogja (ANTARA Jogja) - Kawasan Malioboro Yogyakarta pada hari terakhir libur panjang Hari Raya Nyepi, Minggu, tampak dipadati wisatawan yang ingin berbelanja cendera mata khas kota itu.

Pertokoan, mal, pedagang kaki lima, dan area pejalan kaki tampak ramai wisatawan yang sebagian besar berasal dari luar Kota Yogyakarta.

Banyaknya wisatawan yang berkunjung ke Malioboro menyebabkan arus lalu lintas di ruas jalan tersebut menjadi tersendat. Hal itu terjadi karena banyak kendaraan bermotor terutama mobil yang memadati ruas Jalan Malioboro.

Kepadatan arus lalu lintas di ruas Jalan Malioboro tersebut sudah terjadi sejak sekitar pukul 10.00 WIB. Kepadatan tersebut sudah terjadi sejak masuk Jalan Malioboro hingga Jalan Ahmad Yani.

Kendaraan bermotor yang memadati Jalan Malioboro sebagain besar berpelat nomor luar Kota Yogyakarta, di antaranya Jakarta, Tangerang, Bogor, Bandung, Malang, Surabaya, Solo, Semarang, Magelang, dan Purwokerto.

Wisatawan yang berkunjung ke Malioboro itu sebagian besar berbelanja cendera mata khas Yogyakarta yang dijual di toko dan pedagang kaki lima di kawasan tersebut.

Cendera khas Yogyakarta itu di antaranya kerajinan kulit, kayu, bambu, perak, tembaga, kain dan pakaian batik, blangkon, tas, sepatu, sandal, dompet, kalung, gelang, cincin, dan, kaus dengan berbagai gambar dan tulisan.

"Kami sekeluarga ke Malioboro untuk membeli cendera mata khas Yogyakarta. Selain dipakai sendiri, cendera mata itu juga untuk oleh-oleh," kata Hermanto, warga Tangerang.

Menurut dia, dirinya bersama keluarga menghabiskan libur panjang Hari Raya Nyepi untuk berekreasi ke Yogyakarta. Selama dua hari di Yogyakarta telah mengunjungi sejumlah objek wisata di daerah itu.

"Objek wisata itu di antaranya Pantai Parangtritis, Kaliurang, Kaliadem, Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Tamansari, dan terakhir Malioboro," katanya.

Ia mengatakan, Malioboro merupakan objek wisata yang "wajib" dikunjungi karena identik dengan jantung Kota Yogyakarta. Seakan ada yang kurang jika berwisata ke Yogyakarta belum berkunjung ke Malioboro.

"Selama ini ada anggapan jika berwisata ke Yogyakarta tidak berkunjung ke Malioboro itu berarti belum ke Yogyakarta. Anggapan itu yang membuat orang yang berwisata ke Yogyakarta pasti mampir ke Malioboro," katanya.(B015)

Editor: Heru Jarot Cahyono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar