Gelombang tinggi landa perairan Nias Selatan pascagempa

id gelombang tinggi landa perairan nias selatan

Gelombang tinggi landa perairan Nias Selatan pascagempa

Gelombang tinggi di perairan Nias Selatan (Foto antaranews.com)

Medan (ANTARA Jogja) - Gelombang tinggi melanda sebagian besar wilayah pesisir Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, Rabu, beberapa saat pascagempa berkekuatan 8,5 pada skala Richter melanda Simeulue, Aceh.


"Gelombang tinggi sempat menerjang hampir seluruh kawasan pantai di Nias Selatan," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD) Kabupaten Nias Selatan Arototona Mendeva saat dihubungi ANTARA dari Medan.


Terjangan ombak menyebabkan sebagian kawasan pesisir di gugusan kepulauan yang terletak di Samudera Indonesia itu terendam air laut.


Ketinggian ombak di sekitar perairan Nias Selatan saat itu berkisar antara tiga hingga lima meter.


Peristiwa itu terjadi sekitar satu jam setelah wilayah Nias Selatan diguncang gempa yang berpusat di Samudera Indonesia atau di sekitar Pulau Simeulue, Aceh.


Mencermati fenomena alam tersebut, kata Arototona, sejumlah warga yang bermukim di sekitar pantai termasuk di Kecamatan Teluk Dalam yang juga ibu kota Kabupaten Nias Selatan sempat terlihat panik dan lari ke arah kawasan perbukitan.
        
"Saat terjadi gempa sekitar pukul 15.38 WIB banyak warga lari ke arah perbukitan karena khawatir terjadi gelombang tsunami," katanya.


Disebutkannya, hingga menjelang pukul 20.00 WIB tidak ada terjadi gelombang tsunami di perairan Nias Selatan.


Bahkan sekitar dua jam pascagempa, tinggi gelombang laut mulai berkurang.


Setelah mengetahui bahwa gempa tersebut tidak berpotensi mengakibatkan gelombang tsunami, warga yang sempat lari ke perbukitan kembali ke desa mereka masing-masing.


Namun demikian, hingga pukul 21.00 WIB masih ada sebagian warga yang bertahan di perbukitan.


Dia menambahkan, gempa yang menggucang Nias Selatan tidak ada merenggut korban jiwa maupun kerusakan pada bangunan dan fasilitas umum.


"Tidak ada korban jiwa maupun kerusakan pada sarana dan prasarana umum maupun rumah warga," ujarnya.(KR-JRD) 


Editor: Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar