Logo Header Antaranews Jogja

Gempa masih guncang Aceh hingga Jumat siang

Jumat, 13 April 2012 16:02 WIB
Image Print
Pantau gempa Aceh (Foto Antara)

Bandarlampung (ANTARA Jogja) - Gempa masih terus mengguncang wilayah sekitar Provinsi Aceh hingga Jumat siang.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Geofisika di Kotabumi, Lampung, Jumat, mengabarkan pada Jumat siang, pukul 12.08:08 WIB terjadi gempa berkekuatan 5,2 pada skala Richter di 562 km barat daya Kabupaten Simeulue.

Menurut Kepala Stasiun Geofisika Kotabumi, Lampung, Chrismanto, lokasi gempa 5,2 SR di Aceh itu, berada pada koordinat 1,05 derajat Lintang Utara (LU) dan 91,28 derajat Bujur Timur (BT), dengan kedalaman pusat gempa (episentrum) mencapai 10 km.

BMKG melalui Stasiun pemantauan di Kotabumi itu, mengabarkan pula pada Jumat pagi, pukul 10.17:31 WIB, telah terjadi gempa berkekuatan 5,0 SR, di 416 km barat daya Kabupaten Simeulue, Aceh, dengan kedalaman episentrum sejauh 185 km.

Sebelumnya, pada Jumat dini hari terjadi pula beberapa kali gempa bumi di Aceh, yaitu pada pukul 02.25:51 WIB, di 385 km barat daya Kabupaten Aceh Jaya, dengan kedalaman pusat gempa sejauh 10 km.

Lalu, pada pukul 03.21:45 WIB, terjadi gempa bumi berkekuatan 5,5 SR, di 415 km barat daya Kota Banda Aceh, dengan kedalaman pusat gempa 10 km.

Pada pukul 04.42:23 WIB terjadi lagi gempa bumi berkekuatan 5,1 SR, di 376 km barat daya Kabupaten Simeulue, dengan kedalaman pusat gempa hanya 10 km.

Menurut Chrismanto, gempa yang terjadi susul menyusul di kawasan sekitar Provinsi Aceh dan terpusat di sekitar perairan Kabupaten Simeulue itu tetap dipantau oleh BMKG pusat dan stasiun pengamatan gempa di sejumlah tempat di Sumatera dan daerah lain.

Hingga kini belum diperoleh laporan lanjutan dampaknya, serta BMKG belum melansir adanya peringatan dini ancaman tsunami, mengingat magnitude kegempaan yang terjadi belum tergolong kuat seperti gempa awal yang terjadi pada Rabu (11/4) dengan kekuatan di atas 8 skala Richter.
(B014)



Pewarta :
Editor: Agus Priyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026