24 puskesmas buka layanan kesehatan jiwa

id 24 puskemas sleman buka layanan jiwa

24 puskesmas buka layanan kesehatan jiwa

Ilustrasi (bincangsehatsistemkesehatan.blogspot.com)

Sleman (ANTARA Jogja) - Sebanyak 24 puskesmas di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, telah membuka layanan kesehatan jiwa yang didukung tenaga psikolog andal.


 "Dengan sistem pelayanan kesehatan jiwa berbasis masyarakat yang ditunjang kemampuan kader yang telah mendapatkan pelatihan dan pembekalan optimal dan bekelanjutan, maka diharapkan masyarakat akan mendapatkan pelayanan kesehatan jiwa yang merata," kata Bupati Sleman Sri Purnomo, di Sleman, Jumat.


 


Menurut dia, kesehatan jiwa merupakan hal terpenting karena menjadi penentu terwujudnya sumber daya manusia yang berkualitas.


 


"Sebagaimana kesehatan fisik atau jasmani, kesehatan jiwa ini juga penting," katanya.


 


Ia mengatakan masalah kesehatan jiwa terutama gangguan jiwa secara tidak langsung dapat menurunkan produktivitas, apalagi jika gangguan jiwa terjadi pada masyarakat usia produktif.


 


"Masalah kesehatan jiwa harus menjadi perhatian seluruh masyarakat. Masyarakat harus mulai sadar dan peduli dengan kesehatan jiwa dirinya, keluarganya, dan lingkungannya," katanya.


 


Ia mengatakan, jika ada gejala timbulnya gangguan jiwa pada individu di lingkungannya, maka masyarakat diharapkan memiliki sistem preventif sehingga penderita gangguan jiwa tidak bertambah parah sakitnya bahkan lingkungan dapat mendukung kesembuhannya.


 


"Dengan kejadian erupsi Gunung Merapi pada akhir 2010, penanganan masalah kesehatan jiwa atau mental pascabencana menjadi sesuatu yang penting untuk dilakukan," katanya.


 


Selain itu, kata dia, merebaknya kasus penyalahgunaan narkoba terutama di kalangan generasi muda membutuhkan kesiapsiagaan dan kepedulian masyarakat tentang kesehatan jiwa.


 


"Kami berharap kader kesehatan jiwa yang telah dibentuk dan dilatih dibeberapa desa dapat mendampingi masyarakat dalam upaya deteksi dan intervensi secara dini pada gangguan kesehatan jiwa," katanya.


 


(V001)


Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar