Sepuluh korban banjir bandang di Ternate hilang

id banjir bandang di ternate

 Sepuluh korban banjir bandang di Ternate hilang

Logo Pemerintah Kota Ternate (mantonlau.wordpress.com)

Ternate (ANTARA Jogja) - Pemerintah Kota Ternate, Maluku Utara, mennyatakan saat ini ada sepuluh orang korban banjir bandang di Ternate yang dinyatakan hilang akibat terbawa arus air.

"Ada sepuluh orang warga yang dinyatakan hilang terbawa banjir bandang, sehingga kami fokuskan untuk melakukan pencarian terhadap korban yang umumnya berada di kawasan Dufa-Dufa,"  kata Wakil Wali Kota Ternate Arifin Djafar di Ternate, Rabu.

 Menurut dia, jumlah warga yang hilang akibat bencana banjir tersebut sebanyak 10 orang, umumnya warga Kelurahan Dufa-Dufa dan kini masih terus dalam upaya pencarian.

Ia mengatakan warga yang dinyatakan hilang setelah tim unit reaksi cepat (URC) melakukan pendataan rumah yang rusak dan data dari pihak kelurahan serta informasi dari pihak keluarga korban.

"Untuk itu, saat ini tim pencari korban  berada di sekitar pantai Dufa-Dufa dan Pulau Halmahera untuk mencari  korban," katanya.

Selain itu, kata dia, sejumlah alat berat juga tengah disiapkan di lokasi bencana untuk melakukan normalisasi bantaran kali, karena tidak tertutup kemungkinan ada korban yang tertutup lumpur banjir bandang.

Ditanya mengenai penanganan warga yang rumahnya rusak akibat terjangan banjir bandang tersebut, ia mengatakan  saat ini sebanyak 284 jiwa telah diungsikan ke bekas kantor Gubernur Maluku Utara dan aula SMK Negeri 2 Ternate.

Warga korban bencana banjir lahar dingin diimbau bersabar dan tenang, karena Pemkot Ternate  akan memberikan penanganan terbaik, termasuk penyediaan kebutuhan pangan selama berada di lokasi penampungan.

Sementara itu jumlah infrastruktur yang rusak akibat bencana banjir bandang di antaranya  jalan di kawasan Tubo, Maliaro dan Tanah Tinggi, serta dua jembatan putus dan tanggul kali yang mengalami kerusakan serius.

Ia belum bisa  merinci nilai kerugian akibat banjir bandang tersebut, karena saat ini masih fokus  penanganan korban bencana banjir lahar dingin.
(T.KR-AF/09-05-2012)


Editor: Heru Jarot Cahyono
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar