Logo Header Antaranews Jogja

Alonso antar Spanyol ke semi final

Minggu, 24 Juni 2012 05:57 WIB
Image Print
Timnas Spanyol di Piala Eropa 2012 (Foto antaranews.com)

Donetsk (ANTARA/AFP Jogja) - Spanyol bergerak selangkah lebih dekat untuk meraih tiga gelar utama internasional berturut-turut, dengan kemenangan 2-0 atas Prancis di Donetsk pada Sabtu waktu setempat atau Minggu dinihari WIB, untuk mencapai semi final Piala Eropa 2012.

Dua gol di masing-masing babak dibukukan oleh Alonso, pada penampilan ke-100-nya bagi tim nasional Spanyol, untuk mengirim juara Eropa dan dunia itu, ke babak semi final. Di semifinal, Spanyol akan berhadapan dengan rival Iberia-nya, Portugal, di Stadion Donbass Arena, Donetsk, pada Rabu (27/6).

Ini merupakan kemenangan perdana Spanyol dari tujuh pertemuan melawan Prancis, yang berupaya menjadi tim pertama yang menyingkirkan Spanyol dari turnamen besar sejak Prancis mencapai final Piala Dunia 2006.

Ketika Spanyol kini dapat merenungkan prospek menghadapi Cristiano Ronaldo yang sedang dalam performa permainan terbaiknya, Prancis pulang setelah memenuhi tujuan mereka mencapai babak delapan besar, namun harus kalah melawan tim peringkat satu dunia.

Untuk mengatasi ancaman serangan-serangan Spanyol, pelatih Prancis Laurent Blanc memilih formasi konservatif 4-5-1, dengan bek kanan Mathieu Debuchy dimainkan di posisi yang kurang dikuasainya - sayap kanan - di depan Anthony Reveillere.

Sementara itu, pelatih Spanyol Vicente del Bosque memilih untuk menempatkan gelandang Barcelona, Cesc Fabregas, dan menepikan Fernando Torres, di posisi tengah yang siap membangun konfigurasi serangan Spanyol.

Meninggalkan pendekatan fokus penguasaan bola, Prancis lebih banyak bertahan dan membiarkan Spanyol mengambil inisiatif, dan permintaan Fabregas untuk mendapat hadiah penalti tidak dikabulkan wasit, setelah tumitnya dijegal Gael Clichy.

Dengan dua bek kanan di lapangan, sisi kanan Prancis seharusnya tidak dapat ditembus, namun peregrakan dari sisi tersebut justru membuat Spanyol unggul pada menit ke-19.

Andres Iniesta memberi operan pendek pada Jordi Alba, dan ia mampu menaklukkan Debuchy untuk mengirim umpan silang kepada Alonso yang tanpa kawalan, yang melepaskan sundulan ke arah bawah dan membuat dirinya memiliki rekor 14 gol internasional.

Keunggulan itu bertahan, Spanyol kemudian memainkan operan-operan berirama mereka, dan Prancis harus menggantungkan serangan mereka kepada penyerang tunggal, Karim Benzema.

Satu peluang bagus dimiliki Prancis melalui tendangan bebas Yohan Cabaye, namun kiper Spanyol, Iker Casillas, masih mampu menepis bola sehingga bola melayang di atas mistar.

Minimnya pendukung yang memberi dukungan pada kedua tim membuat suasana pertandingan menjadi lunak. Spanyol mendapat peluang bagus menjelang turun minum, tetapi tandukan Gerard Pique masih melambung di atas mistar.

Awal babak kedua berlangsung dengan cara serupa. Debuchy melepaskan tandukan melambung saat menyambut umpan silang Franck Ribery, sedangkan Hugo Lloris harus berlari untuk membuang bola dari Fabregas yang mendapat umpan terobosan.

Blanc memasukkan Samir Nasri, Jeremy Menez, dan Olivier Girourd, dari bangku pemain cadangan, namun tetap saja tim yang mengenakan pakaian putih itu tidak mampu mengkapitalisasi berbagai peluang yang mereka ciptakan.

Terdapat beberapa kengerian bagi Spanyol pada 10 menit terakhir, dan mereka memastikan kemenangannya pada masa injury time, ketika Alonso mencetak gol kedua dari tendangan penalti.

Prancis tentu akan menuntut balas atas kekalahan ini, namun tidak lama lagi kedua tim akan segera bertemu.

Kedua tim akan kembali bertemu di pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2014 di Spanyol pada 16 Oktober mendatang.

(H-RF)



Pewarta :
Editor: Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026