Jogja (ANTARA Jogja) - International Dental Summer School 2012 yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta diharapkan mampu memberikan sumbangsih dalam pengembangan kesehatan gigi di Indonesia maupun dunia, kata supervisor kegiatan itu Iwan Dewanto.
"International Dental Summer School (IDSS) 2012 yang diikuti mahasiswa dari 11 negara itu diharapkan juga dapat memberikan pengetahuan mengenai pelayanan kesehatan di Indonesia," kata dosen Program Studi Kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) itu, di Yogyakarta, Selasa.
Menurut dia di sela-sela IDSS 2012, kegiatan itu diharapkan juga mampu memperkuat kerja sama internasional antara UMY dengan perguruan tinggi dan asosiasi di sejumlah negara yang memiliki tujuan sama dalam dunia kesehatan terutama pengembangan kesehatan gigi.
IDSS 2012 yang berlangsung hingga 18 Juli 2012, kata dia, mendapat dukungan penuh dari International Association of Dental Student (IADS). IADS merekomendasikan IDSS kepada seluruh mahasiswa kedokteran gigi di penjuru dunia agar ikut dalam kegiatan tersebut.
"Selain itu, IADS juga memberikan kepercayaan untuk menyelenggarakan bakti sosial di empat desa, yakni tiga desa di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan satu desa di Jawa Tengah," kata Iwan.
Project Manager IDSS 2012 Fauziah Karimah mengatakan, kegiatan itu merupakan "summer school" kedokteran gigi pertama di Indonesia bahkan di dunia yang menggabungkan sisi pendidikan dan kegiatan sosial. Para peserta akan mengikuti serangkaian aktivitas baik di dalam maupun luar kampus.
"IDSS 2012 mengambil beberapa topik kesehatan di Indonesia terutama kesehatan gigi, kasus-kasus endemik kesehatan gigi, serta pengobatan herbal dan akupuntur. Tahun ini IDSS menambahkan materi baru mengenai hipnodonsia yang merupakan tren baru di bidang kedokteran gigi Indonesia," katanya.
Menurut dia, hipnodonsia merupakan salah satu konsep baru dalam bidang kedokteran gigi. Konsep itu sama halnya dengan menghipnotis pasien saat akan dilakukan tindakan atau pencabutan gigi pada pasien.
Dengan konsep hipnotis yang dilakukan itu pasien akan lebih rileks tanpa merasa takut atau sakit ketika dilakukan tindakan, bahkan pada tingkat yang lebih tinggi, dokter bisa melakukan tindakan pada pasien tanpa anestesi sebelumnya. Saat ini konsep tersebut diajarkan pada mahasiswa Program Studi Kedokteran Gigi UMY dengan tingkatan dasar.
Ia mengatakan, topik tersebut akan diberikan dalam bentuk perkuliahan, diskusi tutorial, laboratorium, dan praktik kunjungan ke Asri Medical Centre (AMC) UMY, beberapa puskesmas, dan SD Muhammadiyah.
"Selain itu, para peserta IDSS 2012 juga akan mengikuti serangkaian kegiatan tur budaya di beberapa objek wisata di DIY," kata Fauziah.
Negara-negara peserta IDSS 2012 antara lain Italia, Polandia, Rusia, Kroasia, Rumania, Serbia, Slovakia, Slovenia, Republik Cheko, Republik Siprus, dan Indonesia.
(L.B015)
