Logo Header Antaranews Jogja

Tiket KA dicek berlapis antisipasi calo

Jumat, 6 Juli 2012 15:33 WIB
Image Print
Petugas memeriksa tiket kereta api (antarafoto.com)

Jogja (ANTARA Jogja) - PT Kereta Api Daerah Operasi VI Yogyakarta akan melakukan pengecekan tiket secara berlapis untuk mengantisipasi praktik calo yang ditengarai masih banyak terjadi di wilayah kerja kereta api itu.

"Antisipasi praktik calo ini sudah dilakukan secara berlapis. Mulai dari pembelian tiket dengan menunjukkan KTP, serta pengecekan tiket saat di perok dan saat di kereta," kata Kepala Humas PT KA Daerah Operasi VI Yogyakarta Eko Budiyanto di Yogyakarta, Jumat.

Menurut Eko, PT Kereta Api sudah mulai menerapkan peraturan tersebut sejak awal Juli, bahkan sudah ada belasan penumpang yang harus diturunkan dari kereta karena nama di dalam tiket tidak sesuai dengan nama penumpang yang berangkat.

"Tiket mereka dianggap hangus sehingga penumpang-penumpang tersbeut pun diturunkan di stasiun berikutnya," kata Eko.

Selain itu, lanjut dia, sudah dilakukan pembatasan jumlah pembelian tiket, yaitu seorang pembeli maksimal hanya bisa membeli empat tiket.

"Hadiah bagi masyarakat yang berhasil menangkap calo pun masih akan diberikan yaitu tiket kereta api serta uang Rp500.000," katanya.

Selama libur panjang sekolah hingga libur Lebaran, Eko mengatakan, akan terus mengalami lonjakan jumlah penumpang kereta api. Sebanyak 16 kereta api reguler telah disiapkan PT KA Daerah Operasi VI untuk melayani penumpang.

"Saat akhir pekan dengan jumlah penumpang cukup banyak, kami juga akan memberangkatkan kereta api tambahan, yaitu Argo Dwipangga Ekstra dari Solo menuju Jakarta," katanya.

Selain itu, PT KA Daerah Opersi VI Yogyakarta juga akan memaksimalkan rangkaian kereta api.

Salah seorang warga Pekalongan yang lama tinggal di Yogyakarta, Hawarani mengaku ditawari tiket oleh calo saat ia tidak berhasil memperoleh tiket kereta api ke Jakarta.

"Kemarin, saya mencarikan tiket untuk saudara yang akan berangkat ke Jakarta. Tetapi, tiket untuk keberangkatan Jumat hingga Senin (9/7) sudah habis," katanya.

Di luar loket reservasi, ia mengatakan, ditawari tiket oleh calo dengan harga yang cukup tinggi, yaitu Rp600 ribu untuk tiket kereta eksekutif, sedangkan bisnis dan ekonomi AC dijual dengan harga Rp350.000.

Namun ia kemudian mencari tiket di sejumlah biro perjalanan dan memperoleh tiket kereta ekonomi AC Bogowonto untuk keberangkatan Jumat pagi dengan harga Rp140.000.

(E013)



Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2026