Logo Header Antaranews Jogja

Pemimpin gadungan apabila tidak melayani masyarakat

Kamis, 26 Juli 2012 00:31 WIB
Image Print
Moh Jumhur Hidayat (Foto antaranews.com)

Asahan (ANTARA Jogja) - Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat mengatakan pemimpin gadungan bila dalam kepemimpinannya tidak melayani rakyat.

"Politisi bohong, pemimpin gadungan, birokrat palsu bila semua tidak melayani masyarakat," katanya saat meresmikan Pos Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI (P4TKI) Asahan di Kisaran, Asahan, Sumatera Utara, Rabu, dalam rangkaian Safari Ramadhan V BNP2TKI mulai 24 Juli hingga 3 Agustus 2012 ke Sumut, NAD, Riau, dan Kepri.

Pelayanan kepada masyarakat merupakan tugas utama dari politikus, pemimpin, atau birokrat. "Kewenangan yang mereka miliki adalah untuk melayani masyarakat, bukan minta dilayani," kata dia.

Ia mengatakan ada politikus, pemimpin, atau birokrat yang enggan memberikan pelayanan kepada masyarakat sehingga kapasitas yang dimiliki tidak bermanfaat bagi rakyat.

Jumhur mengatakan keberadaan P4TKI Asahan adalah untuk mendekatkan kepada masyarakat dan memberikan pelayanan publik sebaik-baiknya terkait urusan penempatan dan perlindungan TKI yang berasal dari Asahan atau kabupaten/kota di sekitarnya, seperti di Tanjungbalai, Batubara, dan Labuhanbatu. "Sehingga masyarakat tidak perlu jauh-jauh ke Medan untuk urusan TKI," katanya.

Ia menegaskan BNP2TKI sangat berkomitmen untuk memberikan pelayanan masyarakat sebaik-baiknya terkait semua urusan penempatan dan perlindungan TKI.

Apalagi, menurut dia, keberadaan TKI atau mereka yang berminat untuk bekerja di luar negeri sangat membantu pemerintah dalam mengatasi masalah pengangguran dan kemiskinan karena permasalahan keterbatasan lapangan kerja di dalam negeri.

(B009)



Pewarta :
Editor: Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026