Petani Pantura panen jagung manis saat kemarau

id panen jagung manis

ilustrasi petani panen jagung (foto ANTARA)

Cirebon (ANTARA Jogja) - Petani di daerah Pantura Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, panen jagung manis di musim kemarau, mengingat tanaman tersebut potensial dikembangkan di lahan tadah hujan.

 Marto, seorang petani di Cikulak Kecamatan Waled Kabupaten Cirebon , Sabtu mengatakan,  memanfaatkan lahan tadah hujan sejumlah petani tanam jagung, kini mereka mulai panen.

"Kualitas jagung manis hasil petani Pantura mampu bersaing dengan pemasok daerah lain, sehingga menguntungkan mereka,"kata Marno.

Lahan tadah hujan, hanya bisa ditanami padi musim penghujan sedangkan kemarau sering gagal panen akibat kekeringan, petani Pantura menyiasatinya dengan tanam jagung manis. Selain menguntungkan tanah tetap subur karena diolah.

Ir Ade Hasan Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Cirebon menuturkan, lahan pertanian di wilayah Cirebon timur merupakan tadah hujan, hanya bisa ditanami saat musim hujan, kemarau biasanya petani mengembangkan tanaman hemat air.

"Jagung manis potensial dikembangkan di daerah Cirebon, selain harganya bertahan tinggi karena sangat diminati konsumen, limbah batang dan daun jagung dibutuhkan untuk pakan ternak,"katanya.

 Sementara itu Haryanto peternak di Cirebon mengaku, musim kemarau sulit mendapatkan pakan, untung petani di wilayah Cirebon timur panen jagung, batang dan daun bisa dimanfaatkan.
(T.KR-EJS)

    


Editor: Heru Jarot Cahyono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar