Logo Header Antaranews Jogja

Wamentan: Pertanian berkontribusi besar dalam penyediaan pekerjaan

Selasa, 2 Oktober 2012 14:54 WIB
Image Print
wakil menteri pertanian Rusman Heriawan (sultra.antaranews.com)

Yogyakarta (ANTARA Jogja) - Kontribusi pertanian dalam penyediaan lapangan pekerjaan masih cukup besar karena mampu menyerap 33 persen dari 120 juta lapangan kerja yang ada di Indonesia, kata Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan.

"Dari sekitar 100 orang yang bekerja, sebanyak 33 orang di antaranya bekerja di sektor pertanian," ujarnya pada lokakarya pengelolaan agroforestri di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Selasa.

Namun, menurut dia, kontribusi pertanian dalam penyediaan lapangan kerja dan pendapatan domestik bruto nasional saat ini semakin menurun dibandingkan dengan 40 tahun lalu.

Ia mengatakan pada 1970 sekitar 64 persen bekerja di sektor pertanian dan memberikan kontribusi 53 persen untuk produk domestik bruto (PDB). Saat ini penyediaan lapangan kerja hanya 33 persen dan 14,72 persen untuk PDB.

"Kontribusinya memang semakin kecil sehingga perdagangan produk pangan dan holtikultura masih defisit," ucapnya.

Menurut dia rendahnya produktivitas pertanian di bidang pangan dan holtikultura ditenggarai disebabkan semakin menurunnya jumlah tenaga kerja di sektor tersebut. Pekerjaan menjadi petani kurang menarik minat generasi muda.

"Akibatnya, mayoritas petani saat ini adalah mereka yang sudah berada di usia yang dikatakan tidak produktif lagi. Petani kita rata-rata sudah tua, 45-60 tahun," tuturnya.

Ia mengatakan banyak anak muda yang tidak tertarik bekerja di pertanian karena citra menjadi petani selalu hidup miskin dengan ketiadaan lahan serta produktivitas yang rendah.

Oleh karena itu, diperlukan mekanisasi pertanian agar pemuda mau mengembangkan pertanian. Petani bisa menggunakan baju seragam tertentu sehingga mereka bangga dengan profesinya tersebut.

"Petani Jepang seragamnya mirip seragam bengkel. Petani kita perlu didandani agar bangga dan percaya diri," tukasnya.

Menurut dia hal yang juga penting penting adalah pemerintah perlu memperbaiki infrastruktur pertanian seperti bendungan dan saluran irigasi.

"Sebagian besar infrastruktur tersebut saat ini tingkat kerusakannya mencapai lebih dari 50 persen," kata Rusman.

(B015)



Pewarta :
Editor: Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2026