Ruas trotoar ditambah fasilitas "guiding block"

id Ruas trotoar ditambah fasilitas guiding block

Ruas trotoar ditambah fasilitas "guiding block"

Pekerja sedang memasang batu candi di trotoar Jalan Malioboro (Foto antarafoto.com) (antarafoto.com)

Yogyakarta  (ANTARA Jogja) - Pemerintah Kota Yogyakarta memperbaiki trotoar di sejumlah ruas jalan dengan menambah fasilitas "guiding block" untuk kaum difabel sehingga mereka lebih nyaman saat menggunakan trotoar.

"Kami tengah melakukan perbaikan di sejumlah trotoar. Selain memperbaiki kondisi trotoar, juga akan ditambah fasilitas untuk kaum difabel sehingga mereka bisa menggunakan trotoar dengan lebih nyaman," kata Kepala Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah (Kimpraswil) Kota Yogyakarta Toto Suroto di Yogyakarta, Selasa.

Menurut dia, sejumlah trotoar yang sedang diperbaiki tersebut di antaranya adalah di Jalan Taman Siswa, Jalan Supomo, Jalan Diponegoro, kawasan Titik Nol Kilometer dan sekitar Stadion Kridosono.

"Semuanya akan ditambah fasilitas `guiding block` yang berwarna kuning dan ada tonjolan agar bisa dikenali oleh kaum difabel khususnya tuna netra dan penyandang `low vision`," katanya.

Toto mengatakan, penambahan fasilitas "guiding block" tersebut sudah masuk dalam biaya perbaikan trotoar, seperti di sekitar Stadion Kridonoso yang memerlukan dana sekitar Rp400 juta.

"Kami juga akan meninggikan sejumlah trotoar sehingga jarak antara trotoar dengan jalan minimal 20 centimeter," katanya.

Peninggian trotoar tersebut dilakukan sebagai antisipasi penyalahgunaan trotoar untuk parkir kendaraan bermotor karena jaraknya terlalu rendah dengan jalan raya.

Toto berharap, seluruh pekerjaan perbaikan trotoar tersebut dapat diselesaikan pada akhir tahun. "Untuk Kridosono ditargetkan selesai November sedangkan untuk Taman Siswa diharapkan selesai pada akhir Oktober. Akhir tahun harapannya selesai semua," katanya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Komisi Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB) Ahmad Safrudin mengatakan, trotoar adalah fasilitas umum yang seharusnya dapat diakses oleh seluruh masyarakat termasuk kaum difabel.

`Karena itu, kondisi trotoar harus ideal. Ada `guiding block` untuk difabel, landai, dan lebarnya minimal 1,2 meter serta tidak ada penghalang apapun," katanya. 

(E013)



Editor: Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar