
UGM beri ruang pengembangan biofuel

Jogja (ANTARA Jogja) - Universitas Gadjah Mada Yogyakarta memberikan ruang pengembangan biofuel atau bahan bakar hayati, sehingga beberapa fakultas dan pusat studi mengembangkan program energi alternatif tersebut.
"Hal itu merupakan wujud komitmen Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam mengembangkan biofuel sebagai energi alternatif," kata Wakil Rektor UGM Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Suratman di Yogyakarta, Senin.
Menurut dia pada lokakarya "Informing and Inspiring Each Other", Fakultas MIPA UGM selama ini telah berhasil mengubah limbah rumah tangga menjadi energi.
Fakultas MIPA UGM juga melakukan penelitian tanaman nyamplung sebagai sumber energi biofuel bersama dengan para peneliti dari Fakultas Biologi UGM.
Fakultas Kehutanan dan Fakultas Ilmu Budaya UGM bersama-sama ikut mengembangkan beberapa program untuk mengatasi masalah terkait dengan sumber pangan penghasil biofuel dalam skala besar.
Selain itu Pusat Studi Energi (PSE) UGM juga telah banyak mengembangkan program-program dalam upaya penyediaan energi alternatif lain.
Ia mengataka UGM juga membuka ruang bagi mahasiswa belajar nasionalisme dan bertanggung jawab atas masa depan energi, kualitas hidup, dan lingkungan. Melalui pendidikan yang berkelanjutan diharapkan Indonesia akan mandiri di bidang ekonomi dan energi.
"Pendidikan kita memang dirancang agar bisa mandiri dan peduli terhadap isu-isu sosial dan budaya maupun lingkungan hidup," katanya.
Perwakilan Netherlands Organisation for Scientific research (NOW)-WOTRO Science for Global Development, Cora Govers mengatakan perkembangan biofuel menjadi sesuatu yang menarik untuk dikaji apalagi jika dikaitkan dengan pengembangan pertanian.
"Fenomena biofuel dan persaingannya dengan energi lain terjadi di dunia sehingga perlu dibahas berbagai kemungkinan, peluang, ancaman maupun keterbatasan yang ada untuk masa depan," katanya.
(B015*H010)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
