Logo Header Antaranews Jogja

Kemendikbud : Kampanye sekolah gratis tidak mendidik

Selasa, 6 November 2012 18:04 WIB
Image Print
Ilsutrasi anak sekolah (antarasumsel.com)

Jakarta (ANTARA Jogja) - Dirjen Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Hamid Muhammad, mengatakan kampanye gratis yang selama ini menjadi andalan calon kepala daerah pada saat pemilihan sebenarnya tidak mendidik masyarakat.

"Di Amerika Serikat saja tidak ada kampanye gratis. Walaupun sebenarnya mereka sudah menerapkan hal itu," ujar Hamid dalam lokakarya pendidikan menengah universal di Jakarta, Selasa.

Dia mengatakan Pemerintah AS menghindari penggunaan istilah itu karena tidak mendidik masyarakat.

"Sekolah gratis membuat masyarakat bergantung dan tidak mandiri," tukas dia.

Sekolah gratis juga berdampak tidak bagus pada psikologis masyarakat.

Idealnya, lanjut dia, sekolah gratis hanya diperuntukkan bagi masyarakat yang kurang mampu. Sedangkan masyarakat mampu, harus berkontribusi.

"Nanti pada saat pelaksanaan Pendidikan Menengah Universal (PMU) tidak ada istilah sekolah gratis. Kalau terjangkau iya," tambah dia.

PMU rencananya akan dimulai pada 2013.

Rencananya, lanjut dia, Kemendikbud akan membuat standar pembiayaan sekolah.

Standar pembiayaan sekolah yang ada saat ini, dihitung berdasarkan kondisi pada 2007. Untuk itu, kata Hamid, perlu diperbaharui.

"Sekarang masih dalam tahap sosialisasi di setiap kabupaten/kota. Kami minta sekolah untuk membuat pembiayaan selama setahun,"jelas Hamid.

(I025)



Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026