Panen jagung Kulon Progo capai 55 kuintal/hektare

id panen jagung

Petani di Kecamatan Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, panen jagung. (Foto ANTARA/Mamiek)

Kulon Progo (ANTARA Jogja) - Hasil panen jagung di Kecamatan Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, rata-rata mencapai 55 kuintal jagung pipil kering per hektare dengan harga Rp2.500 per kilogram.

"Kami berharap harga jagung tidak mengalami penurunan. Karena hasil panen jagung pada musim tanam ke tiga ini sangat memuaskan," kata petani Desa Karangasem, Karjono di Kulon Progo, Rabu.

Hasil panen yang bagus ini karena didukung oleh cuaca yang baik, tidak ada hujan berlebihan dan ketersediaan air sumur yang digali di area sawah sangat cukup.

Ia mengatakan, bagusnya hasil panen jagung tidak diimbangi dengan harga jagung. Saat ini, harga jagung ditingkat petani hanya mencapai Rp2.500 per kilogram hingga Rp2.700 per kilogram.

"Kami sangat khawatir, harga jagung terus mengalami penurunan. Kami minta, pemerintah kabupaten mampu melindungi petani dalam soal harga," kata Karjono.

Ia mengatakan, gabungan kelompok tani (gapoktan) yang ada di tingkat desa juga tidak berfungsi sebagaimana semestinya, sehingga petani jagung menjual hasil panennya ke pengepul dengan harga murah.

"Petani akan mendapat keuntungan dari hasil panen jika harganya diatas Rp3.500 per kilogram. Hal ini mengingat harga pupuk tingkat pengecer cukup mahal dan tenaga petani seperti tidak dihargai. Biasanya pengepul mendatangi rumah-rumah warga untuk beli jagungnya, tetapi dengan harga yang murah. Harga jagung setiap panen dipastikan anjlok dan tidak ada kebijakan khusus dari pemerintah untuk melindungi petani," kata dia.

Menurut dia, pemerintah belum memperhatikan kesejahteraan para petani. Karena, setiap panen datang yang mengontrol harga selalu para tengkulak.

"Saat panen apapun, entah itu komoditas jagung atau padi, yang mengontrol harga justru para tengkulak dan petani tidak mendapat nikmatnya. Kami berharap, pemerintah yang baru ini bisa mensejahterakan para petani,"katanya.

Sementara, petani jagung Desa Kedungsari Adi Utomo mengatakan hasil penan jagung tahun ini sangat memuaskan. Karena dengan lahan seluas 3.000 meter persegi mampu menghasilkan 18 kuintal jagung pipil kering.

"Kami sangat resah dengan harga jagung yang tiap harinya mengalami penurunan. Ditingkat petani, harga jagung hanya mencapai Rp2.500 per kilogram. Biasanya jagung dibeli oleh pemilik ternak ayam," kata Adi.

(KR-STR)

Editor: Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar