Produksi jagung Kulon Progo 10,30 ton/hektare

id panen jagung

Petani Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, panen jagung masa tanam III dengan hasil 10,30 ton per hektare. (Foto ANTARA/Mamiek)

Kulon Progo (ANTARA Jogja) - Hasil panen jagung petani di Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mencapai rata-rata 10,30 ton per hektare jagung pipil kering pada masa tanam III tahun 2012.

"Hasil panen jagung tahun ini sangat memuaskan, karena rata-rata produksinya 10,30 ton per hektare, atau meningkat 1,5 persen dari 2011 yang hanya 9,50 ton per hektare," kata Sekretaris Gabungan Kelompok Tani Agungmulyo Kecamatan Sentolo, Sarmidi, di Kulon Progo, Rabu.

Ia mengatakan luas tanaman jagung yang dikelola Gabungan Kelompok Tani Agungmulyo 130 hektare. Petani di kelompok ini menanam jagung dengan benih Bisi II yang mampu mendongkrak hasil panen.

"Dengan menggunakan Bisi 2, tongkol setiap batang ada dua, sehingga hasil panen bisa dua kali lipat dibandingkan dengan benih lainnya," kata dia.

Karena produksi jagung Gabungan Kelompok Tani Agungmulyo sangat baik, menurut Sarmidi kelompok ini dijadikan proyek percontohan untuk penanaman varietas baru Bisi 22 pada masa tanam III tahun 2013.

"Semua produksi jagung masa tanam III ditanggung perusahaan. Kami sangat menyambut baik rencana ini. Kami yakin, produksi jagung dari Gabungan Kelompok Tani Agungmulyo akan semakin meningkat," katanya.

Ia mengatakan harga jagung di tingkat petani antara Rp2.800 hingga Rp3.000 per kilogram. Harga ini masih termasuk sangat tinggi, karena belum semua petani panen jagung.

"Biasanya harga jagung akan anjlok hingga Rp1.500 per kilogram saat semua petani sudah panen jagung. Selain itu, petani akan dipermainkan tengkulak jagung, karena petani tidak menjalin kerja sama dengan pengusaha jagung," kata dia.

Kepala Bidang Tananam Pangan Dinas Pertanian dan Kehutanan Kulon Progo Herismoyo mengatakan Gabungan Kelompok Tani Agungmulyo akan mampu meningkatkan produksinya, jika melakukan perawatan dan pemupukan yang seimbang.

Sebab, menurut dia, kondisi tanah dan ketersediaan air di Kecamatan Sentolo sangat cocok untuk tanaman jagung. "Kami yakin, Gabungan Kelompok Tani Agungmulyo masih dapat meningkatkan produksi jagung mereka. Kami berharap, tahun-tahun mendatang produksi jagung mereka semakin meningkat," katanya.

(KR-STR)

Editor: Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar